Jawa Pos Radar Madiun – Menjalankan ibadah puasa selama belasan jam menjadi tantangan tersendiri bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung.
Perut yang kosong seringkali memicu asam lambung naik ke kerongkongan, menimbulkan rasa mual, perih di ulu hati (heartburn), hingga sesak napas.
Namun, Anda tidak perlu berkecil hati. Penelitian menunjukkan bahwa puasa Ramadhan justru dapat memperbaiki gejala klinis GERD karena pola makan yang lebih teratur dan berkurangnya asupan camilan tidak sehat.
Agar ibadah tetap lancar, berikut adalah panduan praktis mengatasi dan mencegah asam lambung naik saat berpuasa:
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah fondasi energi sekaligus pelindung lambung sepanjang hari. Pilihlah makanan yang lambat dicerna namun kaya nutrisi seperti karbohidrat kompleks (nasi merah atau oatmeal), sayuran tinggi serat, dan protein rendah lemak seperti ikan atau ayam tanpa kulit.
2. Segerakan Berbuka dengan Menu 'Ramah' Lambung
Begitu adzan Maghrib berkumandang, segera batalkan puasa. Mulailah dengan makanan ringan yang mudah dicerna dan mengandung banyak air untuk menetralkan asam lambung, seperti buah melon, semangka, atau kurma. Hindari berbuka langsung dengan porsi besar agar lambung tidak "kaget".
3. Hindari 'Trio Pemicu': Pedas, Asam, Berlemak
Warga Madiun pecinta sambal dan gorengan harus lebih waspada. Makanan pedas, asam (seperti jeruk dan tomat), serta gorengan yang tinggi lemak dapat melemahkan katup kerongkongan, sehingga asam lambung mudah bocor ke atas. Selain itu, kurangi kopi, cokelat, dan minuman bersoda yang mengandung kafein tinggi.
4. Atur Porsi Makan: Sedikit Tapi Sering
Alih-alih makan besar satu kali, bagi porsi makan Anda menjadi beberapa kali dalam jumlah kecil antara waktu berbuka hingga sahur. Cara ini membantu lambung mencerna makanan lebih cepat dan mencegah produksi asam berlebih.
5. Pantang Langsung Rebahan Setelah Makan
Ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan setelah sahur. Langsung berbaring akan memudahkan cairan asam mengalir ke kerongkongan. Beri jeda minimal 2–3 jam setelah makan sebelum Anda tidur. Jika terpaksa harus berbaring, gunakan bantal tambahan agar posisi kepala lebih tinggi (setengah bersandar).
6. Kelola Stres dan Emosi
Puasa adalah momentum pengendalian diri. Stres merupakan salah satu pemicu utama GERD. Dengan menjaga emosi dan melakukan relaksasi, sistem pencernaan akan bekerja lebih stabil.
7. Teknik Memasak yang Lebih Sehat
Cobalah beralih ke teknik memasak seperti mengukus, memanggang, atau merebus. Mengurangi penggunaan minyak goreng secara berlebihan sangat membantu menjaga kenyamanan lambung penderita GERD selama bulan suci.
Kapan Harus Membatalkan Puasa?
Jika gejala asam lambung sudah sangat parah hingga menyebabkan muntah hebat atau nyeri dada yang tak tertahankan, jangan memaksakan diri.
Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis obat lambung yang tepat, yang biasanya diresepkan untuk diminum saat sahur dan berbuka. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani