Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

5 Tips Kuat Puasa Lebih dari 12 Jam, Anti Lemas dan Tidak Mudah Haus

Dewanti Septianingrum • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:47 WIB

 

Ilustrasi kuat puasa hingga Magrib.
Ilustrasi kuat puasa hingga Magrib.

Jawa Pos Radar Madiun - Menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam bukan perkara mudah.

Terutama saat tubuh terbiasa mendapat asupan makanan dan minuman secara rutin.

Biasanya, rasa lapar mulai terasa saat menjelang siang. Jika sahur tidak tepat, tubuh bisa lemas, sulit fokus, bahkan malas beraktivitas.

Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bertenaga, ada 5 tips yang bisa dilakukan.

1. Perbanyak Asupan Serat Saat Sahur

Makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

Serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.

Itulah sebabnya, sahur dengan menu kaya serat bisa membantu menahan lapar hingga sore hari.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Benar

Selama puasa, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari biasanya. Jika tidak diganti saat sahur dan berbuka, risiko dehidrasi meningkat.

Disarankan tetap memenuhi kebutuhan minimal delapan gelas air per hari dengan pola:

3 gelas saat berbuka

3 gelas saat sahur

2 gelas sebelum tidur

Selain itu, batasi konsumsi kopi karena kandungan kafein dapat memicu rasa haus lebih cepat.

Makanan berkuah seperti sup juga bisa membantu menjaga hidrasi tubuh.

3. Jangan Berlebihan Konsumsi Karbohidrat

Karbohidrat memang memberi rasa kenyang, tetapi jika berlebihan justru memicu lonjakan gula darah yang cepat turun.

Akibatnya, tubuh terasa lemas lebih cepat saat siang hari.

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi lebih stabil.

4. Tambahkan Vitamin Penunjang

Selama puasa, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi. Vitamin seperti B12 dan C membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung produksi energi.

Beberapa pakar kesehatan menyarankan tetap memperhatikan asupan mikronutrien selama Ramadan agar tubuh tetap optimal menjalankan aktivitas harian.

5. Berbuka Secara Bertahap

Saat azan Maghrib berkumandang, tubuh butuh penyesuaian setelah lama tidak menerima asupan.

Awali berbuka dengan air putih atau minuman hangat. Makanan manis memang dianjurkan untuk mengembalikan kadar gula darah, tetapi konsumsinya tetap harus terkontrol.

Hindari langsung menyantap gorengan atau makanan berat dalam jumlah besar agar lambung tidak kaget. (cor)

 

Editor : Andi Chorniawan
#sahur #cairan #puasa #serat #tips #vitamin #karbohidrat