Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Busui Ingin Puasa Ramadhan 2026? Simak Tips ASI Tetap Lancar dan Kapan Harus Segera Berhenti demi Si Kecil

Mizan Ahsani • Jumat, 20 Februari 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi Ibu Menyusui (Pinterest.com/YVAYA)
Ilustrasi Ibu Menyusui (Pinterest.com/YVAYA)

Jawa Pos Radar Madiun – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan merupakan impian bagi setiap muslim, tak terkecuali para ibu menyusui (busui).Meski secara syariat busui diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, banyak ibu yang tetap ingin meraih keberkahan bulan suci.

Pertanyaan besarnya: apakah puasa aman dan tidak akan mengurangi produksi ASI? Kabar baiknya, penelitian dari PubMed (2023) membuktikan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada kandungan makronutrisi (energi, protein, lemak) antara ASI ibu yang berpuasa dan yang tidak.

Produksi ASI justru sangat bergantung pada seberapa sering bayi menyusu dan kecukupan nutrisi sang ibu saat sahur dan berbuka. Agar ibadah lancar dan kualitas ASI tetap terjaga, berikut panduan lengkap bagi busui:


1. Strategi Hidrasi 8 Gelas
Dehidrasi adalah musuh utama busui saat puasa. Gunakan rumus 2-4-2 untuk memenuhi kebutuhan minimal 2 liter air putih sehari: 2 gelas saat sahur, 4 gelas sepanjang malam (setelah berbuka hingga sebelum tidur), dan 2 gelas tepat saat berbuka. Konsumsi juga buah tinggi air seperti semangka atau sup bening untuk tambahan cairan.

2. Nutrisi Sahur: Bekal 'Energi' ASI
Sahur adalah waktu krusial. Pastikan piring Anda mengandung:
Karbohidrat Kompleks: Nasi merah, oatmeal, atau ubi agar kenyang lebih lama.
Protein Berkualitas: Telur, ikan, daging tanpa lemak, atau kacang-kacangan.
ASI Booster Alami: Sayuran hijau seperti katuk, bayam, dan brokoli sangat disarankan untuk menjaga mineral seperti seng dan kalium yang cenderung menurun saat puasa.

3. Kenali Tubuh dan Kurangi Aktivitas Fisik
Busui disarankan untuk lebih banyak beristirahat di siang hari. Tidur siang selama 60 menit dapat membantu menjaga stamina. Jika memungkinkan, lakukan aktivitas fisik berat atau belanja keperluan lebaran di waktu sore menjelang berbuka agar tidak cepat lelah di bawah terik matahari.

4. Kapan Harus Segera Membatalkan Puasa?
Keselamatan ibu dan bayi adalah prioritas utama. Segera batalkan puasa jika Anda merasakan tanda peringatan berikut:

Tanda pada Ibu: Pusing hebat, lemas yang luar biasa, mulut sangat kering, dan urine berwarna sangat gelap (tanda dehidrasi).

Tanda pada Bayi: Jumlah popok basah berkurang drastis, bayi menangis terus setelah menyusu (tampak tidak puas), atau berat badan bayi menurun. 

Jangan memaksakan diri jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai puasa, terutama jika bayi Anda masih berusia di bawah 6 bulan (ASI Eksklusif). Ingat, kesehatan Si Kecil dan Ibu adalah bentuk ibadah yang juga mulia. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#2026 #puasa #dehidrasi #ramadhan #tips #asi #ibu menyusui #busui #asi eksklusif