Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Terkecoh Label Sehat! 5 Makanan Ultra Proses yang Tampak Baik untuk Tubuh, Nomor 2 dan 5 Paling Sering Disangka Aman

Rimba Febriani • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:39 WIB

Tak semua yang tampak sehat benar-benar minim proses. Cek lagi labelnya!
Tak semua yang tampak sehat benar-benar minim proses. Cek lagi labelnya!
Jawa Pos Radar Madiun – Istilah makanan ultra proses kini makin sering dibahas dalam dunia gizi. Banyak orang mengira kategori ini hanya mencakup junk food atau camilan kemasan. Padahal, sejumlah produk yang selama ini dianggap sehat ternyata juga masuk dalam kelompok tersebut.

Mengutip laman EatingWell, klasifikasi makanan ultra proses merujuk pada sistem NOVA, yang membagi makanan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya.

Pada kategori tertinggi, makanan umumnya mengandung berbagai zat tambahan seperti:

Bahan-bahan ini jarang ditemukan dalam masakan rumahan.

Meski begitu, ahli gizi menegaskan bahwa tidak semua makanan ultra proses harus dijauhi sepenuhnya.

Beberapa tetap dapat memberikan nutrisi penting jika dikonsumsi dengan bijak dan dalam jumlah wajar.

Berikut lima makanan ultra proses yang sering dianggap sehat:

1. Bubuk Protein

Bubuk protein populer di kalangan pelaku gaya hidup sehat dan mereka yang rutin berolahraga. Produk ini dibuat dengan memisahkan protein dari sumber aslinya, seperti susu atau kacang polong, melalui proses industri.

Manfaatnya memang praktis untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, sebagian produk mengandung:

Agar lebih aman, pastikan untuk membaca label nutrisi dan memilih produk yang telah diuji pihak ketiga.

2. Susu Nabati

Susu nabati seperti susu kedelai atau susu almond kerap dipilih sebagai alternatif susu sapi. Namun, banyak produk mengandung pengemulsi dan gula tambahan sehingga masuk kategori ultra proses.

Meski demikian, susu nabati yang difortifikasi tetap bisa menjadi sumber:

Produk ini sangat membantu bagi vegan, vegetarian, atau individu dengan alergi susu. Kuncinya, pilih varian tanpa gula tambahan dan dengan daftar bahan minimal.

3. Tahu Berperisa

Tahu polos sebenarnya hanya tergolong makanan olahan sederhana. Namun, ketika sudah diberi perisa, diasap, atau digoreng dengan tambahan bahan tertentu, statusnya berubah menjadi ultra proses.

Pilihan yang lebih sehat adalah membeli tahu polos dan membumbuinya sendiri di rumah agar bisa mengontrol kadar garam dan gula.

4. Kacang Kalengan Bersaus

Kacang kalengan tanpa tambahan masih tergolong olahan standar. Namun, jika sudah dicampur saus, gula, atau perisa tambahan, produk tersebut masuk kategori ultra proses.

Agar lebih sehat, pilih kacang kalengan tanpa saus lalu olah sendiri sesuai selera.

5. Yogurt dengan Gula Tambahan

Yogurt dikenal sebagai sumber probiotik yang baik untuk pencernaan. Sayangnya, banyak produk di pasaran mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

American Heart Association merekomendasikan pembatasan konsumsi gula tambahan harian demi menjaga kesehatan jantung dan metabolisme.

Alternatif yang lebih sehat:

Tidak Semua Ultra Proses Itu “Jahat”

Label “ultra proses” bukan berarti makanan tersebut otomatis berbahaya. Beberapa tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang jika:

Kebiasaan membaca label nutrisi menjadi kunci utama. Dengan pilihan yang lebih cermat, Anda tetap bisa menikmati makanan praktis tanpa mengorbankan kesehatan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Bubuk Protein #yogurt #makanan ultra proses #susu nabati #makanan ultra proses bikin ketagihan