Jawa Pos Radar Madiun - Perubahan pola makan dan jam minum selama Ramadan sering membuat kondisi kulit ikut berubah.
Salah satu keluhan paling umum adalah kulit dehidrasi yakni saat kulit kekurangan kadar air, bukan minyak.
Banyak orang keliru menyamakan kulit dehidrasi dengan kulit kering.
Padahal keduanya berbeda. Kulit kering berkaitan dengan minimnya produksi sebum (minyak alami), sedangkan kulit dehidrasi terjadi karena kurangnya asupan air.
Saat tubuh tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam, lapisan pelindung kulit melemah. Akibatnya, wajah tampak kusam, terasa tidak nyaman, dan lebih sensitif.
Tanda Kulit Mengalami Dehidrasi saat Puasa
Berikut beberapa gejala yang sering muncul:
- Kulit terasa tidak nyaman setelah cuci muka
- Wajah tampak kusam dan kurang segar
- Garis halus terlihat lebih jelas
- Makeup mudah retak atau tidak menempel sempurna
- Muncul sensasi perih ringan
- Area T-zone justru terlihat lebih berminyak
Perlu diingat, kulit berminyak pun tetap bisa mengalami dehidrasi.
Ketika kekurangan air, kulit malah memproduksi minyak berlebih sebagai bentuk kompensasi.
Penyebab Kulit Dehidrasi selama Ramadan
Beberapa faktor yang memicu kondisi ini antara lain:
- Kurang minum saat sahur dan berbuka
- Konsumsi kopi atau teh berlebihan
- Terlalu lama terpapar sinar matahari
- Sering berada di ruangan ber-AC
- Penggunaan skincare terlalu keras atau terlalu sering eksfoliasi
Kondisi tersebut membuat skin barrier melemah sehingga air dalam kulit lebih mudah menguap.
Baca Juga: Bawa Mobil Listrik saat Mudik? Ini Daftar SPKLU dari Jakarta sampai Surabaya
Skincare untuk Menghidrasi Kulit saat Ramadan
Dermatolog umumnya menyarankan fokus pada kandungan humectant dan barrier repair seperti hyaluronic acid, ceramide, serta glycerin.
Bahan-bahan ini bekerja dengan menarik air ke dalam kulit sekaligus membantu mempertahankannya.
Berikut beberapa produk yang dikenal membantu menjaga hidrasi kulit:
Serum Hydrating untuk Menambah Kadar Air
• Avoskin Your Skin Bae Ultimate Hyaluron HYACROSS 3% + Green Tea – membantu meningkatkan kelembapan sekaligus menenangkan kulit.
• SKINTIFIC 4D Hyaluronic Acid Hydrating Serum – memberikan hidrasi intens dan membantu mengunci kelembapan lebih lama.
• The Originote Hyalu-C Serum – teksturnya ringan dan cocok untuk berbagai jenis kulit.
Moisturizer Pengunci Hidrasi (Wajib Saat Puasa)
• SKINTIFIC 5X Ceramide Barrier Moisture Gel – membantu memperkuat skin barrier agar tidak mudah kehilangan air.
• Neutrogena Hydro Boost Water Gel – ringan, cepat meresap, dan mengandung hyaluronic acid.
• Skin Game Kind Moisturizer – kombinasi hyaluronic acid dan ceramide untuk menjaga kelembapan kulit.
Moisturizer Barrier Repair untuk Kulit Sensitif & Sangat Dehidrasi
• CeraVe Moisturizing Cream – kaya ceramide dan hyaluronic acid untuk membantu memperbaiki pelindung kulit.
• SKIN1004 Hyalu-Cica Moisture Cream – menghidrasi sekaligus menenangkan kulit sensitif.
Cara Mengatasi Kulit Dehidrasi saat Puasa
Agar hasilnya maksimal, lakukan perawatan dari dalam dan luar secara seimbang.
- Terapkan pola minum 2-4-2 agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
- Gunakan skincare hydrating berlapis tipis dengan urutan: hydrating toner, serum, lalu moisturizer.
- Batasi eksfoliasi menjadi satu kali seminggu karena kulit lebih sensitif saat puasa.
- Gunakan moisturizer sebelum tidur untuk mendukung regenerasi kulit di malam hari.
- Konsumsi buah kaya air seperti semangka, melon, jeruk, dan timun untuk membantu hidrasi alami.
Menjaga kulit tetap terhidrasi selama Ramadan bukan berarti memakai banyak produk. Kuncinya ada pada pemilihan kandungan yang tepat serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan rutinitas yang sederhana namun konsisten, kulit bisa tetap lembap, sehat, dan tampak segar sepanjang menjalankan ibadah puasa. (fin)
Editor : AA Arsyadani