Jawa Pos Radar Madiun – Centella asiatica atau yang dikenal sebagai daun pegagan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman herbal ini tumbuh liar di berbagai wilayah Indonesia dan dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Dalam dunia modern, ekstrak Centella asiatica juga banyak digunakan dalam produk perawatan kulit karena kandungan aktifnya yang kaya antioksidan dan senyawa penyembuh alami.
1. Membantu Penyembuhan Luka
Centella asiatica mengandung asiaticoside dan madecassoside yang berperan dalam mempercepat regenerasi kulit. Kandungan ini membantu merangsang produksi kolagen sehingga luka lebih cepat pulih dan risiko bekas luka berkurang.
Tak heran jika banyak produk salep dan skincare menggunakan ekstrak daun pegagan sebagai bahan utama.
2. Menjaga Kesehatan Kulit
Ekstrak pegagan dikenal mampu menenangkan kulit iritasi dan kemerahan. Bagi pemilik kulit sensitif atau berjerawat, kandungan antiinflamasi pada tanaman ini membantu meredakan peradangan.
Selain itu, Centella asiatica juga membantu menjaga elastisitas kulit sehingga tampak lebih kenyal dan sehat.
3. Meningkatkan Daya Ingat
Dalam pengobatan tradisional, daun pegagan kerap dikonsumsi untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif. Beberapa penelitian menyebutkan kandungannya dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Karena itu, pegagan sering dijadikan bahan ramuan herbal untuk lansia maupun pelajar.
4. Melancarkan Peredaran Darah
Centella asiatica juga dipercaya membantu memperbaiki sirkulasi darah. Manfaat ini berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta mengurangi risiko varises ringan.
5. Sumber Antioksidan Alami
Kandungan antioksidan dalam daun pegagan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Dengan begitu, tubuh lebih terlindungi dari kerusakan sel yang dapat memicu berbagai penyakit.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi atau penggunaan Centella asiatica tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakannya secara rutin.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani