Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang berharap berat badan turun selama Ramadan karena waktu makan menjadi lebih terbatas.
Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami berat badan stagnan meski sudah berpuasa sebulan penuh.
Puasa memang mengubah pola makan, tetapi tidak otomatis membuat berat badan turun.
Lalu, apa penyebab berat badan sulit turun saat puasa?
1. Berbuka dengan makanan tinggi gula dan lemak
Kolak, gorengan, dan minuman manis memang identik dengan berbuka puasa.
Namun konsumsi gula dan lemak berlebih membuat asupan kalori meningkat drastis.
WHO menyarankan pembatasan gula tambahan karena konsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
2. Porsi makan berlebihan saat berbuka
Rasa lapar seharian sering membuat seseorang makan berlebihan saat berbuka.
Menurut Mayo Clinic, makan dalam porsi besar sekaligus dapat meningkatkan total kalori harian sehingga defisit kalori tidak tercapai.
3. Aktivitas fisik menurun
Banyak orang mengurangi aktivitas karena merasa lemas saat puasa.
Padahal kurang bergerak membuat pembakaran kalori ikut menurun.
WHO menegaskan aktivitas fisik rutin penting untuk menjaga keseimbangan berat badan.
4. Kurang tidur
Perubahan jadwal tidur akibat sahur dan ibadah malam dapat memengaruhi hormon lapar.
Cleveland Clinic menyebut kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang memicu nafsu makan.
Akibatnya, keinginan makan berlebihan menjadi lebih sulit dikendalikan.
5. Konsumsi minuman tinggi kalori
Es teh manis, kopi susu, atau minuman sirup sering dianggap ringan, padahal mengandung kalori tinggi.
Harvard Health Publishing menjelaskan kalori cair mudah dikonsumsi berlebihan tanpa disadari.
6. Metabolisme tubuh beradaptasi
Tubuh memiliki mekanisme adaptasi saat pola makan berubah.
Penelitian NCBI menunjukkan metabolisme bisa melambat untuk mempertahankan energi, sehingga penurunan berat badan tidak selalu terjadi.
Puasa tetap bisa membantu menjaga berat badan jika diimbangi pola makan seimbang, aktivitas fisik cukup, serta kualitas tidur yang baik.
Tanpa perubahan gaya hidup tersebut, pembatasan waktu makan saja belum tentu memberikan hasil signifikan.
Editor : Andi Chorniawan