Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Terbukti Kuat Tidak Merokok dari Sahur hingga Berbuka, Mengapa Tak Diteruskan Setelah Ramadan?

AA Arsyadani • Rabu, 4 Maret 2026 | 18:20 WIB

 

Stop merokok
Stop merokok

Jawa Pos Radar Madiun - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menyarankan agar momentum puasa di bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk menghentikan kebiasaan merokok.

“Para perokok yang berpuasa akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Masyarakat luas agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan tahun ini untuk berhenti merokok sepenuhnya,” kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi, Selasa (4/3).

Asap Rokok Mengandung Ribuan Zat Berbahaya

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu, asap rokok mengandung ribuan jenis senyawa kimia.

“Ratusan jenis di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki,” ujarnya.

Selain membahayakan diri sendiri, asap rokok juga dapat mengganggu orang lain. Karena itu, pada saat menjalankan ibadah puasa, setiap individu tidak sepatutnya menimbulkan gangguan terhadap sesama.

Puasa Bukti Perokok Bisa Aktif tanpa Rokok

Prof Tjandra menilai bulan Ramadhan menjadi bukti nyata bahwa anggapan perokok tidak bisa beraktivitas tanpa rokok adalah keliru.

Selama berpuasa, para perokok terbukti tetap bisa beraktivitas dari pagi hingga sore hari tanpa merokok.

“Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja. Pengalaman nyata di bulan puasa ini membuktikan sebaliknya,” tutur Adjunct Professor Griffith University tersebut.

Ia pun menyarankan agar kebiasaan tidak merokok sejak sahur hingga berbuka dilanjutkan hingga waktu sahur berikutnya, bahkan seterusnya setelah Ramadhan berakhir.

Baca Juga: Xiaomi 17 Ultra dan Xiaomi 17 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Harga Resmi dan Spesifikasi Lengkapnya!

Jangan Berbuka dengan Rokok

Prof Tjandra juga mengingatkan agar tidak menjadikan rokok sebagai “menu” pertama saat berbuka puasa. Kondisi tubuh yang relatif lemah setelah seharian tidak makan dan minum dinilai bisa semakin terpengaruh negatif jika langsung terpapar asap rokok.

Waktu berbuka sebaiknya dimanfaatkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman bergizi guna memulihkan energi.

Menurutnya, berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat besar bagi kesehatan pribadi, kehidupan sosial, dan lingkungan sekitar.

“Berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat bagi kesehatan dan kehidupan serta lingkungan,” pungkas mantan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Kepala Balitbangkes Kemenkes tersebut. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tidak merokok #rokok #stop merokok #bahaya rokok #dampak buruk rokok #merokok #perokok #berhenti merokok