Jawa Pos Radar Madiun - Kepergian penyanyi Vidi Aldiano akibat kanker ginjal menjadi pengingat bagi publik untuk lebih peduli terhadap kesehatan organ penyaring darah tersebut.
Apalagi, momen Ramadan sering kali membuat pola konsumsi cairan berubah, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat membebani kerja ginjal.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM membongkar fakta penting.
Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal saat puasa sebenarnya sederhana, namun memerlukan kedisiplinan.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Wajah Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Disebut Mirip Pahlawan Teuku Umar
Strategi Hidrasi 6-8 Gelas
Risiko utama ginjal saat puasa adalah dehidrasi karena tubuh tidak menerima cairan selama lebih dari 12 jam.
Untuk mengatasinya, Andhika menyarankan pembagian asupan air putih secara berkala antara waktu berbuka hingga sahur.
"Minum air sekitar 6 sampai 8 gelas dari saat berbuka sampai sahur. Ini sangat membantu ginjal menjalankan fungsi utamanya menyaring limbah dan racun dari darah," ujar Andhika, Senin (9/3).
Baca Juga: Anya Geraldine Ungkap Firasat Tak Biasa di Detik-Detik Vidi Aldiano Meninggal
Waspadai Kanker Ginjal sebagai Silent Killer
Andhika menjelaskan bahwa kanker ginjal sering kali tidak memperlihatkan keluhan di tahap awal. Namun, masyarakat diminta waspada jika menemui gejala berikut:
-
Adanya darah dalam urine.
-
Nyeri di pinggang atau punggung bagian samping.
-
Munculnya benjolan di area perut.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas serta mudah lelah (anemia).
Tips Menjaga Kesehatan Ginjal selama Bulan Puasa
Selain hidrasi, berikut adalah langkah preventif yang disarankan pakar:
-
Batasi garam dan gula. Hindari makanan terlalu asin dan konsumsi gula berlebih untuk menjaga tekanan darah serta kesehatan jantung.
-
Jangan lupa untuk beraktivitas fisik ringan. Tetap bergerak untuk menjaga metabolisme tubuh secara keseluruhan.
-
Stop merokok. Merokok merupakan salah satu faktor risiko tertinggi pemicu kanker ginjal bersama obesitas dan hipertensi.
-
Bagi penderita diabetes atau hipertensi, kepatuhan minum obat adalah harga mati demi melindungi fungsi ginjal.
"Riwayat penyakit ginjal kronis, dialisis jangka panjang, hingga faktor genetik (riwayat keluarga) juga berperan meningkatkan risiko," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani