Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Satu Porsi Makan Lebaran Setara Kalori Sehari? Cegah Asam Urat dan Hipertensi, Ini Batasannya

Mizan Ahsani • Jumat, 20 Maret 2026 | 09:40 WIB
Ilustrasi menu makanan Idul Fitri. (freepik)
Ilustrasi menu makanan Idul Fitri. (freepik)

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik kelezatan opor ayam, rendang, hingga sambal goreng ati saat Lebaran 2026, tersimpan risiko kesehatan yang nyata bagi para pengidap penyakit tertentu. 

Pakar gizi klinik sekaligus dosen FK Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tirta Prawita Sari, memperingatkan bahwa satu kali makan hidangan khas Lebaran bisa menekan "semua tombol bahaya" metabolisme tubuh.

Bagi penderita asam urat, hipertensi, hingga gangguan ginjal, momen halalbihalal bisa berubah menjadi ancaman jika tidak dilakukan dengan kontrol yang ketat.

Bedah Nutrisi: Satu Kali Makan Kuliner Lebaran = 1.390 Kkal

Berdasarkan analisis Tirta, satu sajian lengkap (ketupat, opor, rendang, sambal goreng ati, dan beberapa keping nastar) mengandung profil nutrisi yang mencengangkan:

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup Digelar September, Timnas Indonesia Bisa Full Skuad Eropa

Risiko Nyata Bagi Kondisi Kesehatan Khusus

1. Penderita Asam Urat (Gout)

Menyantap sambal goreng ati yang padat purin sangat rentan memicu serangan gout akut atau radang sendi. Risiko ini semakin meningkat jika penderita kurang minum air putih.

2. Penderita Hipertensi

Beban sodium (garam) yang tinggi dari kuah opor dan bumbu rendang dapat memicu kenaikan tekanan darah sistolik sebesar 5–10 mmHg hanya dalam hitungan jam.

3. Penderita Diabetes

Ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi (85–90). Hal ini menyebabkan gula darah melonjak cepat, diperparah dengan lemak santan yang mengganggu kerja hormon insulin.

4. Pasien Ginjal Kronis (CKD)

Kandungan sodium, fosfor, dan kalium dalam bumbu Lebaran sangat berbahaya bagi ginjal yang fungsinya sudah terganggu.

Tirta mengibaratkan makan Lebaran berlebihan seperti mengaktifkan alarm bahaya bagi tubuh. 

"Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol bahaya sekaligus (gula, lemak, garam, dan asam urat) dalam satu waktu," jelasnya, Jumat (20/3).

Minimnya serat dalam hidangan ini membuat tubuh tidak mampu memperlambat laju penyerapan zat-zat berbahaya tersebut ke dalam darah.

Baca Juga: Minal Aidin Wal Faizin! Ini 10 Link Twibbon Idul Fitri 1447 H Terbaru 2026, Desain Estetik Gratis

Tips Sehat Menikmati Hidangan Lebaran

  1. Porsi Kecil: Ambil sedikit untuk setiap jenis masakan.

  2. Prioritaskan Sayur: Usahakan ada asupan serat tambahan (lalapan atau buah).

  3. Banyak Air Putih: Bantu ginjal membuang kelebihan sodium dan asam urat.

  4. Batasi Nastar: Camilan manis ini seringkali menjadi penyumbang kalori tersembunyi yang besar.

Silaturahmi tetap bisa hangat tanpa harus mengabaikan kesehatan. 

Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit di atas, pastikan tetap menyediakan obat-obatan rutin dan tidak balas dendam saat menyantap hidangan hari raya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kuliner lebaran indonesia #makanan khas lebaran #lebaran #gizi #kalori #hipertensi #asam urat