Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah cuaca panas ekstrem yang kerap melanda akibat perubahan iklim, ancaman kesehatan serius mengintai masyarakat yang banyak beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan bersuhu tinggi. Salah satu kondisi medis darurat yang paling mematikan adalah heatstroke atau serangan panas.
Heatstroke bukanlah sekadar "kepanasan" biasa. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh melonjak drastis hingga menembus 40 derajat Celsius, menyebabkan sistem pendinginan alami tubuh (keringat) gagal berfungsi total.
Siapa pun bisa terkena heatstroke, namun risikonya jauh lebih tinggi pada bayi, lansia, serta mereka yang beraktivitas fisik berat di lingkungan panas seperti atlet, pekerja konstruksi, hingga koki dapur.
Baca Juga: Istana Wapres di IKN Rampung, Gibran Utus 50 Staf Kepresidenan Bersiap Ngantor Tahun Ini
Gejala Heatstroke yang Wajib Diwaspadai:
-
Kulit terasa sangat panas, kering, kemerahan, dan tidak berkeringat.
-
Suhu tubuh menyentuh 40°C atau lebih.
-
Sakit kepala berdenyut, pusing, hingga kebingungan mental/linglung.
-
Denyut nadi dan pernapasan menjadi sangat cepat.
-
Mual, muntah, hingga kram otot.
-
Hilang kesadaran, kejang, hingga pingsan.
Bahaya Fatal Heatstroke
Jika tidak segera diturunkan suhunya di bawah 39°C, heatstroke dapat memicu kerusakan multiorgan dalam hitungan menit. Sel-sel otak dapat rusak permanen, menyebabkan koma hingga kematian mendadak akibat henti jantung dan kegagalan fungsi ginjal.
Baca Juga: Proyeksi Inflasi Maret 2026 Melandai, Namun Efek Ramadan dan Perang Timur Tengah Tetap Mengintai
Langkah Pertolongan Pertama:
Jika Anda mendapati seseorang menunjukkan gejala di atas, waktu adalah kunci. Segera lakukan langkah berikut sebelum bantuan medis tiba:
-
Pindahkan Korban: Bawa ke tempat yang teduh, sejuk, atau ruangan ber-AC agar terhindar dari paparan panas tambahan.
-
Longgarkan Pakaian: Lepas pakaian berlapis atau ketat untuk melepaskan panas tubuh.
-
Dinginkan Tubuh Secara Agresif: Kompres menggunakan es atau air dingin pada area leher, ketiak, dan selangkangan (area dengan banyak pembuluh darah besar). Jika memungkinkan, semprot seluruh tubuh dengan air dingin.
-
Berikan Air (Hanya Jika Sadar): Jika korban sepenuhnya sadar dan bisa menelan, berikan air putih secara perlahan. Hindari alkohol atau kafein.
-
Segera Hubungi Ambulans/IGD: Heatstroke adalah kondisi gawat darurat yang tetap membutuhkan penanganan medis profesional meski korban sudah tampak membaik.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp 512 Ribu dari Rekor Tertinggi, Waktunya Tahan Jual?
Tindakan Pencegahan
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Saat cuaca ekstrem, pastikan Anda minum banyak air putih, menggunakan pakaian longgar berwarna terang, mengoleskan tabir surya SPF 30+, dan menghindari aktivitas fisik berat di bawah terik matahari pada siang hari. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura