Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bangun di Jam yang Sama Bantu Lancarkan BAB, Benarkah? Ini Penjelasan Ahli!

Rimba Febriani • Rabu, 1 April 2026 | 12:54 WIB
Bangun tidur pada jam yang sama setiap pagi memiliki manfaat untuk kesehatan. (JAWA POS)
Bangun tidur pada jam yang sama setiap pagi memiliki manfaat untuk kesehatan. (JAWA POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Kebiasaan sederhana seperti bangun di waktu yang sama setiap hari ternyata berdampak besar bagi kesehatan, termasuk membantu melancarkan buang air besar (BAB).

Mengutip Eating Well, ahli gastroenterologi bersertifikat dr. Neil Parikh menjelaskan bahwa tubuh manusia bekerja mengikuti ritme alami yang disebut ritme sirkadian.

Pola ini tidak hanya mengatur siklus tidur, tetapi juga memengaruhi sistem pencernaan.

Baca Juga: Dalih Ritual, Dukun di Magetan Cabuli Istri Pasien

Menurut Parikh, konsistensi waktu bangun membantu tubuh “melatih” usus untuk bekerja secara teratur.

Dengan begitu, proses BAB bisa menjadi lebih lancar.

Usus kita mengikuti ritme sirkadian dan dapat dipersiapkan dengan konsistensi. Ketika kita bangun pada waktu yang sama setiap hari, usus besar kita belajar kapan harus aktif,” ujarnya.

Baca Juga: Acer Aspire Lite 14, Laptop Murah dengan SSD Cepat dan Desain Premium

Sebaliknya, perubahan jadwal bangun yang tidak menentu dapat mengganggu ritme tubuh.

Kondisi ini bisa membuat pergerakan usus menjadi kurang optimal sehingga BAB terasa lebih sulit atau jarang.

Baca Juga: Tingginya Gula dan Kolagen Berpengaruh Terhadap Kecantikan, Mitos atau Fakta? Cek di Sini! 

Parikh menyarankan agar waktu bangun tidak berubah terlalu jauh, bahkan saat akhir pekan.

Ia menekankan pentingnya menjaga selisih waktu bangun tidak lebih dari satu jam dari kebiasaan sehari-hari.

“Jika merasa sembelit, cobalah bekerja sama dengan jam internal tubuh. Usahakan bangun dalam waktu satu jam dari jadwal biasa, bahkan di akhir pekan,” katanya.

Baca Juga: Kelelawar Malam Rilis Album Kesurupan: Lebih Ramah di Telinga tanpa Kehilangan Karakter Horor Metal Punk

Selain itu, kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan keseimbangan mikrobioma usus.

Tidur yang kurang dapat mengganggu bakteri baik di usus, sementara tidur cukup membantu menjaga sistem pencernaan tetap stabil.

Baca Juga: Kelelawar Malam Rilis Album Kesurupan: Lebih Ramah di Telinga tanpa Kehilangan Karakter Horor Metal Punk

Bahkan, perubahan waktu tidur sekitar 90 menit saja diketahui bisa memengaruhi komposisi mikrobioma usus yang berperan dalam kelancaran BAB.

Kebiasaan bangun di waktu yang sama juga berdampak pada rutinitas pagi yang lebih teratur.

Hal ini membuat seseorang lebih kecil kemungkinan melewatkan sarapan, yang penting untuk merangsang kerja usus, terutama jika mengandung serat tinggi.

Baca Juga: Serapan Anggaran Belum Maksimal, Komisi III DPRD Kota Madiun Evaluasi Kinerja OPD

Ahli gastroenterologi lainnya, dr. Ritu Nahar, MD, menambahkan bahwa asupan cairan di pagi hari juga membantu mengaktifkan sistem pencernaan.

Minuman hangat seperti kopi atau teh diketahui dapat merangsang gerakan usus secara alami.

Selain menjaga konsistensi waktu bangun, para ahli menyarankan kebiasaan pendukung lain seperti cukup minum air, rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan tinggi serat, serta mengelola stres.

Dengan pola hidup yang teratur, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal sehingga keluhan seperti sembelit bisa diminimalkan.

Editor : Nur Wachid
#jam sama #kesehatan #bangun tidur #bangun pagi