Jawa Pos Radar Madiun - Burnout atau kelelahan di tempat kerja kini semakin sering dialami, terutama di tengah tekanan kerja yang tinggi.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga mental hingga menurunkan kualitas hidup seseorang.
Burnout merupakan keadaan kelelahan fisik dan emosional yang disertai penurunan pencapaian kerja serta hilangnya rasa identitas diri.
Meski bukan diagnosis medis resmi, banyak ahli menilai kondisi ini berkaitan erat dengan gangguan kesehatan mental, sama seperti stres kronis.
Baca Juga: Ide Bekal Sekolah Anak 5 Tahun, Bola Daging dan Gimbap Bikin Makan Lahap
Tekanan kerja yang terus berlangsung bisa memicu berbagai gejala yang kerap tidak disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan dan produktivitas.
Berikut tanda-tanda seseorang mengalami stres kerja atau burnout yang perlu diwaspadai:
1. Menjauh dari pekerjaan dan kehilangan minat
Seseorang yang mengalami burnout biasanya mulai mempertanyakan makna pekerjaannya. Perasaan seperti “untuk apa saya melakukan ini?” muncul berulang kali.
Jika sebelumnya kamu antusias, lalu tiba-tiba merasa menjauh dari pekerjaan selama beberapa hari hingga minggu, ini bisa menjadi sinyal awal burnout. Bahkan, minat terhadap aktivitas di luar pekerjaan juga ikut menurun.
2. Rutinitas sehat mulai terabaikan
Rutinitas seperti olahraga, makan sehat, atau meditasi perlahan mulai ditinggalkan. Pikiran tentang pekerjaan terus menghantui, bahkan hingga mengganggu waktu istirahat.
Jam kerja panjang, terutama lebih dari 12 jam sehari, membuat tubuh dan pikiran sulit pulih. Padahal, menjaga rutinitas sehat sangat penting untuk mencegah kelelahan berkepanjangan.
3. Mudah sinis dan cepat putus asa
Burnout juga ditandai dengan perubahan sikap. Seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, sinis, bahkan kehilangan harapan terhadap pekerjaannya.
Baca Juga: Pepaya Termasuk Superfood! Ini Kandungan Nutrisi dan Manfaat Lengkapnya
Perasaan bahwa tidak ada lagi yang bisa diperbaiki membuat emosi menjadi tidak stabil, baik terhadap rekan kerja maupun keluarga.
4. Mengalami brain fog
Salah satu gejala paling umum dari stres kronis adalah brain fog, yaitu kondisi ketika otak terasa “kabur” dan sulit fokus.
Gejala yang sering muncul antara lain:
- Mudah melakukan kesalahan
- Sering lupa hal sederhana
- Melewatkan janji
- Sulit mengambil keputusan
- Pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya
Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran sudah kelelahan.
5. Kelelahan fisik dan emosional
Burnout membuat seseorang merasa lelah sepanjang waktu, baik secara fisik maupun emosional. Bahkan, untuk memulai pekerjaan saja terasa berat.
Jika kelelahan ini terjadi berulang, dua hingga tiga kali dalam seminggu atau lebih, maka itu merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Editor : Andi Chorniawan