Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Obat Tetes Mata Bisa Picu Katarak dan Glaukoma, Begini Penjelasan Dokter Spesialis

Alfiah Sidiq • Kamis, 9 April 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi obat tetes mata. (DINKES KALBAR)
Ilustrasi obat tetes mata. (DINKES KALBAR)

Jawa Pos Radar Madiun - Penggunaan obat tetes mata secara sembarangan, terutama yang mengandung steroid untuk mengobati alergi, kini menjadi perhatian serius para ahli medis. 

Dokter spesialis mata subspesialis katarak dan bedah refraksi, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengingatkan bahwa praktik ini dapat memicu kondisi katarak.

Meskipun obat steroid terasa nyaman untuk meredakan mata gatal, namun penggunaannya tanpa pengawasan memiliki risiko jangka panjang yang berbahaya.

Efek samping yang paling diwaspadai adalah meningkatnya tekanan bola mata yang berujung pada glaukoma dan katarak.

“Obat steroid memang enak buat (mengobati mata) gatal, tapi, bikin glaukoma dan katarak,” ungkap dr. Amir Shidik dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu (8/4).

Anak di Bawah 15 Tahun Jadi Kelompok Rentan

Katarak sendiri merupakan kondisi berubahnya kejernihan lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan secara perlahan.

Pada tahap awal, penyakit ini sering kali tidak terasa mengganggu, namun dapat memburuk jika faktor pemicunya tidak dihentikan.

Dokter Amir menyoroti bahwa anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 15 tahun, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap alergi.

Faktor pemicunya beragam, mulai dari paparan debu, konsumsi susu, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal.

Kondisi alergi yang ditandai dengan mata gatal atau merah sering kali membuat orang tua atau penderita menggunakan obat tetes mata tanpa konsultasi dokter.

Praktik inilah yang memicu penyalahgunaan obat berbahan steroid secara bebas di masyarakat.

Baca Juga: Waspada! Penderita Diabetes Tipe 2 Ternyata Rentan Kurang Vitamin D, B12, dan Magnesium

Risiko Tekanan Bola Mata dan Pencegahan Dini

Penyalahgunaan obat tetes mata steroid memiliki efek samping yang nyata terhadap anatomi mata.

Selain mempercepat munculnya katarak, zat ini secara langsung menyebabkan tekanan di dalam bola mata meningkat drastis.

“Obat mata steroid itu efek sampingnya tekanan bola mata naik, katarak lebih cepat,” tegas lulusan spesialis mata Universitas Indonesia tersebut.

Jika anak atau orang dewasa mengalami keluhan mata merah atau sering mengucek mata, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Hal ini penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh mata kering atau reaksi alergi murni.

Pentingnya Pengawasan Dokter pada Mata Merah

Kondisi mata merah pada dasarnya merupakan tanda adanya inflamasi atau peradangan.

Dokter Amir menyarankan masyarakat untuk segera berkonsultasi jika kondisi mata merah tidak membaik dalam kurun waktu satu hingga dua hari.

Pemberian obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik, mungkin diperlukan dalam beberapa kasus. Namun, penggunaan jenis obat tersebut harus berada di bawah kendali tim medis yang kompeten.

"Mata merah itu tanda inflamasi. Pada saat itulah kita butuh antibiotik, tapi, harus dalam pengawasan dokter," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#obat tetes mata #glaukoma #sakit mata #Katarak #penyebab