Jawa Pos Radar Madiun - Minuman khas Vietnam yang dikenal sebagai kopi telur (cà phê trứng) telah mencuri perhatian penikmat kopi dunia selama beberapa dekade.
Perpaduan antara kopi hitam pekat dengan kuning telur yang dikocok bersama gula atau susu kental manis ini menawarkan sensasi rasa yang menyerupai dessert cair.
Namun, di balik kelezatannya yang kental dan manis, bagaimana sebenarnya profil kesehatan dari minuman unik ini?
Kopi hitam sendiri sebenarnya kaya akan nutrisi. Menurut Shannon O'Meara, RD, ahli diet dari Orlando Health, Florida, kopi hitam mengandung:
-
Magnesium dan Vitamin B2.
-
Polifenol: Senyawa tumbuhan yang bermanfaat sebagai antioksidan.
-
Manfaat: Dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan jenis kanker tertentu.
Namun, O'Meara mengingatkan bahwa penambahan kuning telur dan gula dalam jumlah banyak mengubah profil sehat tersebut.
"Kopi telur mungkin mengandung 'banyak gula' yang dapat meningkatkan risiko pradiabetes, diabetes, atau resistensi insulin," jelasnya.
Baca Juga: KPR di BTN Bisa Sekalian Isi Rumah dan Garasi dalam Satu Akad, Simak Penjelasannya
Kuning Telur dan Kandungan Protein
Telur utuh memang sumber protein yang baik, lengkap dengan Kolin, Vitamin D, dan B12. Namun, kopi telur hanya menggunakan kuning telur yang memiliki catatan khusus:
-
Kolesterol Tinggi: Kuning telur mengandung kadar kolesterol yang lebih pekat.
-
Protein Terbatas: Satu kuning telur hanya mengandung sekitar 3 gram protein.
O'Meara menyarankan agar kopi telur tidak dijadikan sumber protein tunggal saat sarapan. Disarankan untuk tetap menyertakan sumber lain seperti yogurt rendah lemak, putih telur, atau kacang-kacangan.
Baca Juga: Atasi Limbah dan Stunting, Pemkab Magetan Bentuk UPTD IPLT
Peringatan Keamanan: Ancaman Bakteri Salmonella
Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam mengonsumsi kopi telur adalah risiko penggunaan telur mentah. Ayam dan unggas lainnya diketahui membawa bakteri Salmonella yang bisa berada di dalam maupun luar telur.
Saran Keamanan dari Pakar:
-
Gunakan Telur Pasteurisasi: Pilihlah telur yang telah diolah dengan panas untuk membunuh bakteri sebelum diolah menjadi kopi.
-
Kelompok Berisiko Tinggi: Wanita hamil, anak di bawah 5 tahun, orang tua di atas 65 tahun, dan orang dengan sistem imun lemah sangat dilarang mengonsumsi telur mentah, termasuk kopi telur.
Bagi Anda yang sangat memerhatikan asupan kolesterol dan gula tambahan, sebaiknya batasi atau hindari minuman ini.
Shannon O'Meara menekankan bahwa kopi telur sebaiknya dinikmati sebagai suguhan istimewa di waktu tertentu, bukan sebagai minuman pagi rutin yang dikonsumsi setiap hari.
Dengan pemilihan bahan yang tepat dan frekuensi konsumsi yang terjaga, Anda tetap bisa menikmati sensasi cà phê trứng tanpa mengabaikan faktor kesehatan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani