Jawa Pos Radar Madiun - Menunda makan atau sengaja menahan lapar sering kali dianggap sepele oleh mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Padahal, rasa lapar adalah sinyal biologis dari otak bahwa tubuh membutuhkan asupan energi segera.
Mengabaikan sinyal ini secara terus-menerus dapat mengganggu keseimbangan metabolisme dan memicu dampak kesehatan jangka panjang.
Melansir dari laman Alodokter dan Halodoc, berikut adalah 10 bahaya yang mengintai jika Anda memiliki kebiasaan sering menahan lapar:
Daftar Bahaya Sering Menahan Lapar
1. Penurunan Konsentrasi dan Fungsi Otak
Otak membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar utama. Saat Anda menahan lapar, suplai energi ke otak menurun drastis. Akibatnya, fokus berkurang, Anda menjadi mudah lupa, dan produktivitas kerja menurun secara signifikan.
2. Memicu Penyakit Maag (Gastritis)
Saat lambung kosong, asam lambung tetap diproduksi. Tanpa adanya makanan untuk dicerna, asam ini akan mengiritasi dinding lambung, menyebabkan perih, mual, dan kembung.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi luka lambung yang kronis.
3. Tubuh Cepat Lelah dan Lemas
Tanpa asupan makanan, tubuh kehilangan sumber energi utama untuk beraktivitas. Dampaknya, fisik akan terasa lemas, tidak bertenaga, dan Anda akan kesulitan melakukan tugas-tugas harian dengan maksimal.
4. Risiko Malnutrisi dan Defisiensi Gizi
Sering melewatkan waktu makan membuat tubuh kekurangan nutrisi esensial seperti zat besi, vitamin, dan mineral. Hal ini bisa memicu anemia, pelemahan sistem imun, hingga gangguan pertumbuhan pada usia muda.
5. Berat Badan Justru Meningkat
Melewatkan makan bukanlah cara diet yang efektif. Saat sangat lapar, Anda cenderung melakukan "balas dendam" dengan makan porsi besar di waktu berikutnya.
Hal ini menyebabkan penumpukan kalori berlebih yang memicu kenaikan berat badan dan obesitas.
Baca Juga: Cukup 30 Menit! Tiga Olahraga Ringan Ini Efektif Kecilkan Perut dan Bakar Lemak
6. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Pola makan yang tidak teratur, terutama sering melewatkan sarapan, dapat mengganggu sensitivitas insulin dan kadar gula darah.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2.
7. Gangguan Metabolisme Tubuh
Menahan lapar merusak ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Metabolisme yang kacau membuat tubuh kesulitan mengatur energi, yang berdampak pada penimbunan lemak dan gangguan kesehatan lainnya.
8. Melemahnya Sistem Imun (Mudah Sakit)
Nutrisi adalah "bahan bakar" bagi sel darah putih untuk melawan penyakit.
Jika nutrisi tidak terpenuhi, sistem kekebalan tubuh melemah, membuat Anda lebih rentan terserang infeksi virus maupun bakteri.
9. Perubahan Suasana Hati (Mood Swing)
Istilah hangry (hungry-angry) adalah nyata secara medis. Penurunan kadar gula darah memicu pelepasan hormon kortisol (hormon stres), yang membuat seseorang menjadi lebih mudah marah, gelisah, dan emosional.
10. Risiko Penyakit Kronis
Akumulasi dari pola makan buruk, gangguan insulin, dan stres oksidatif akibat sering menahan lapar dapat memicu penyakit mematikan seperti hipertensi dan penyakit jantung di masa depan.
Makan secara teratur (sarapan, makan siang, dan makan malam) adalah cara paling sederhana untuk menjaga fungsi organ tetap optimal.
Jangan biarkan kesibukan mengorbankan kesehatan Anda, karena tubuh yang sehat adalah aset utama untuk tetap produktif. (naz)
Editor : Mizan Ahsani