Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cara Mengontrol Emosi agar Tekanan Darah Tidak Naik, Ini Tips Simpel yang Efektif

Andi Chorniawan • Senin, 13 April 2026 | 12:49 WIB
Ilustrasi mengontrol emosi. (freepik)
Ilustrasi mengontrol emosi. (freepik)

Jawa Pos Radar Madiun - Emosi yang meledak-ledak tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga berdampak pada tubuh.

Saat marah, cemas, atau tertekan, detak jantung bisa meningkat, tubuh menegang, dan tekanan darah ikut naik sementara.

Bila kondisi ini sering terjadi, risikonya bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang.

American Heart Association menyebut stres kronis dapat berkontribusi pada tekanan darah tinggi, sedangkan WHO juga memasukkan pengelolaan stres sebagai bagian dari upaya menurunkan risiko hipertensi. 

Baca Juga: Ide Bekal Sekolah Anak 5 Tahun, Bola Daging dan Gimbap Bikin Makan Lahap

Karena itu, mengendalikan emosi bukan sekadar soal menjaga hubungan sosial, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh. Berikut tips yang bisa dilakukan.

Teknik Menenangkan Diri Saat Emosi Memuncak 

Cara paling sederhana dan cepat adalah mengatur napas. NHS menyarankan latihan napas perlahan lewat hidung dan mengeluarkannya pelan melalui mulut selama beberapa menit untuk membantu tubuh lebih rileks.

WHO juga merekomendasikan latihan pernapasan dalam sebagai salah satu cara menurunkan ketegangan. 

Saat emosi mulai naik, cobalah berhenti bicara sejenak. Memberi jeda sebelum merespons bisa mencegah kata-kata yang disesali.

American Heart Association juga menyarankan menghitung sampai 10 sebelum bereaksi dan mengambil beberapa napas dalam untuk meredakan ketegangan. 

Minum air putih perlahan juga bisa membantu tubuh merasa lebih segar dan memberi waktu bagi pikiran untuk tidak bereaksi impulsif.

Gaya Hidup Sehat Sangat Berpengaruh

Pengelolaan emosi tidak cukup hanya saat marah datang. Tubuh yang lelah dan pikiran yang terus tertekan akan lebih mudah “meledak”. Karena itu, kebiasaan harian punya peran besar.

Baca Juga: Cara Cepat Stimulasi Anak Belajar Jalan, Orang Tua Wajib Tahu

Olahraga teratur dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan ketegangan fisik.

American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik rutin karena dapat membantu mengontrol tekanan darah, berat badan, dan stres.

Target umum yang dianjurkan adalah setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu. 

Tidur yang cukup juga sangat penting. Kurang tidur membuat tubuh lebih sensitif terhadap stres dan emosi negatif.

Selain itu, melakukan hobi seperti mendengarkan musik, berkebun, atau aktivitas santai lain bisa membantu pikiran lebih rileks.

American Heart Association juga menyebut relaksasi, musik, serta hobi yang disukai dapat membantu menurunkan stres. 

Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah konsumsi kafein, alkohol, dan rokok. Kebiasaan ini dapat memperburuk stres dan meningkatkan tekanan darah bila berlebihan. 

Kelola Pikiran Sebelum Emosi Menguasai 

Mengontrol emosi juga berarti melatih cara berpikir. Saat menghadapi situasi yang memancing marah, jangan langsung bereaksi.

Ambil jeda, pikirkan dampak ucapan atau tindakan, lalu pilih respons yang lebih tenang.

Baca Juga: Murah tapi Aman! 5 Push Bike di Bawah Rp 1 Juta Terbaik 2026 untuk Latih Keseimbangan Anak Sejak Dini

NHS menyarankan mengenali tanda-tanda awal marah agar seseorang bisa lebih cepat mengambil langkah menenangkan diri. 

Komunikasi juga perlu diperbaiki. Menyampaikan keberatan atau kekesalan dengan tenang jauh lebih efektif dibanding membentak.

Bila beban pikiran terasa berat, bercerita kepada teman, keluarga, atau orang yang dipercaya bisa sangat membantu. Dukungan sosial terbukti berperan penting dalam mengurangi stres. 

Penulis

Hartina Indah Pertiwi, siswi SMKN 1 Bagor, Nganjuk

Editor : Andi Chorniawan
#mengontrol #tekanan darah #tips #emosi #hipertensi