Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jaga Kesehatan Reproduksi, Pakar Jelaskan Pentingnya Jaga Kebersihan dan Rutin Ganti Pembalut saat Menstruasi

Suci Oktavia • Rabu, 15 April 2026 | 12:42 WIB
Ilustrasi wanita mengalami menstruasi.
Ilustrasi wanita mengalami menstruasi.

Jawa Pos Radar Madiun - Menjaga kesehatan reproduksi merupakan investasi jangka panjang bagi setiap perempuan. Salah satu kunci utamanya adalah menjaga kebersihan area intim, terutama saat siklus menstruasi tiba.

Hal ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan langkah preventif untuk menghindari iritasi serius dan infeksi bakteri.

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Kardiana Dewi, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, menekankan bahwa kebersihan area reproduksi harus menjadi perhatian utama, baik dalam kondisi menstruasi maupun tidak.

Area yang lembap dan tidak bersih menjadi media ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme patogen.

Cara Membersihkan Area Intim yang Benar

Menurut dr. Kardiana, kelembapan berlebih pada area intim secara signifikan meningkatkan risiko iritasi. Berikut adalah langkah praktis menjaga kebersihan yang dianjurkan:

Baca Juga: Contoh 3 Resep Ikan Layur Praktis, dari Digoreng Crispy hingga Diolah dengan Saus Asam Manis

Manajemen Menstruasi: Durasi Penggantian Pembalut

Darah menstruasi yang menempel terlalu lama pada kulit dapat memicu pertumbuhan bakteri dan iritasi kulit. Oleh karena itu, pengaturan durasi penggunaan pembalut sangat penting:

  1. Ganti Setiap 3–4 Jam: Pembalut sebaiknya diganti secara rutin setiap 3 hingga 4 jam sekali, atau lebih sering jika aliran darah sedang banyak ( heavy flow ).

  2. Pilih Daya Serap Tinggi: Gunakan pembalut yang memiliki daya serap baik agar permukaan tetap kering dan kulit tidak lembap.

  3. Gunakan Pembalut Malam: Untuk kenyamanan istirahat, gunakan pembalut dengan ukuran lebih panjang di malam hari guna mencegah kebocoran saat tidur.

Rendahnya literasi mengenai kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan di Indonesia.

Data UNICEF Indonesia tahun 2020 menunjukkan bahwa satu dari empat anak perempuan di Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi mengenai menstruasi sebelum mereka mengalaminya untuk pertama kali.

Kurangnya pemahaman ini sering kali memicu rasa cemas berlebih dan menurunkan kepercayaan diri remaja putri saat beraktivitas. 

Edukasi yang tepat diharapkan dapat mencegah risiko jangka panjang seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan gangguan kesehatan reproduksi lainnya yang dapat mengganggu kualitas hidup perempuan.

Kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab pribadi yang dimulai dari kebiasaan sederhana setiap hari.

Dengan menjaga kebersihan yang tepat dan memilih produk yang nyaman, perempuan dapat tetap aktif, percaya diri, dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan selama masa menstruasi. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#reproduksi #kesehatan #tips #menstruasi #perempuan