Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah analisis besar terhadap lebih dari 471.000 partisipan selama hampir 14 tahun memberikan data mengejutkan.
Rupanya, aktivitas fisik intens berkolerasi terhadap risiko kematian dan penyakit mematikan.
Studi ini menyoroti bahwa intensitas olahraga menjadi faktor utama dalam melawan kondisi inflamasi dan degeneratif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang rutin melakukan aktivitas intens memiliki profil kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang hanya melakukan aktivitas ringan.
Baca Juga: Kaya Omega 3 dan Terjangkau, Ini 6 Manfaat Ikan Layur untuk Kesehatan
Statistik Penurunan Risiko Penyakit Kronis
Aktivitas intens memberikan dampak yang berbeda-beda pada setiap jenis penyakit. Berikut adalah rincian penurunan risiko yang ditemukan dalam studi tersebut:
| Jenis Penyakit | Penurunan Risiko (%) |
| Demensia | 63% |
| Diabetes Tipe 2 | 60% |
| Penyakit Pernapasan Kronis | 44% |
| Penyakit Ginjal Kronis | 41% |
| Penyakit Kardiovaskular | 31% |
| Kematian (Semua Penyebab) | 46% |
Menariknya, peneliti menemukan bahwa respons tiap penyakit terhadap olahraga bersifat spesifik.
Untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit hati, baik durasi maupun intensitas sama-sama berpengaruh besar.
Namun, untuk kondisi yang berkaitan dengan inflamasi (peradangan) dan demensia, faktor intensitas menjadi variabel paling dominan.
Meski studi ini bersifat observasional, temuan ini memberikan panduan berharga bahwa sedikit "tekanan" pada detak jantung melalui gerakan cepat dapat menjadi investasi besar untuk masa tua yang bebas penyakit. (naz)
Editor : Mizan Ahsani