Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sering Begadang? Hati-Hati Bahaya Jam Tidur Terbalik dan Cara Memperbaikinya

Mizan Ahsani • Kamis, 16 April 2026 | 13:44 WIB
Ilustrasi Jam Tidur yang Berantakan (Astra Life)
Ilustrasi Jam Tidur yang Berantakan (Astra Life)

Jawa Pos Radar Madiun - Banyak orang menganggap bahwa kurang tidur di malam hari bisa langsung dilunasi atau diganti dengan tidur siang keesokan harinya. Kenyataannya, secara medis hal tersebut sangat keliru dan berbahaya.

Orang dewasa membutuhkan waktu tidur ideal selama 7–9 jam di malam hari.

Mengutip Sleep Foundation, tidur siang tidak bisa menggantikan fungsi pemulihan sel dan organ yang hanya terjadi saat Anda terlelap di malam hari.

Jika kebiasaan "jam tidur terbalik" ini dibiarkan, ada sejumlah ancaman bahaya kesehatan yang mengintai Anda, di antaranya:

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 7 Manfaat Luar Biasa Rutin Pakai Sunscreen Tiap Hari

  1. Ketidakseimbangan Hormon: Kurang tidur malam merusak produksi hormon kortisol, leptin, dan melatonin, yang berakibat pada kacaunya metabolisme.

  2. Risiko Obesitas dan Diabetes: Produksi hormon pengatur rasa lapar (leptin dan grelin) akan kacau, membuat Anda terus merasa lapar di malam hari. Selain itu, kinerja hormon insulin sebagai penyeimbang gula darah akan menurun drastis.

  3. Penyakit Jantung: Terlalu banyak tidur siang memicu lonjakan kadar lemak darah yang berisiko menyumbat pembuluh dan menyebabkan tekanan darah tinggi.

  4. Melemahkan Kekebalan Tubuh: Tubuh kehilangan momentum emas untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat paparan radikal bebas.

  5. Bahaya bagi Ibu Hamil: Dapat memicu komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, bayi lahir prematur, hingga risiko keguguran.

Baca Juga: Kerja Berjam-Jam Tetap Nyaman dengan Lampu Meja yang Tepat

Cara Efektif Memperbaiki Pola Tidur

Jangan biarkan ritme sirkadian (jam biologis) Anda hancur. Segera perbaiki pola tidur dengan tujuh langkah efektif berikut ini:

  1. Buat Jadwal Konsisten: Usahakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan di hari libur sekalipun, agar siklus tubuh terbentuk alami.

  2. Redupkan Cahaya: Tidurlah di ruangan yang redup atau gelap gulita. Cahaya terang akan mengirim sinyal ke otak untuk berhenti memproduksi hormon tidur (melatonin).

  3. Stop Main HP Sebelum Tidur: Cahaya biru (blue light) dari layar gadget menghambat pelepasan melatonin. Selain itu, paparan media sosial bisa merusak mood yang membuat Anda semakin sulit terlelap.

  4. Beri Jeda Waktu Makan: Jangan makan makanan berat, manis, berlemak, atau mengandung kafein menjelang tidur. Beri jeda 2–3 jam sebelum merebahkan diri agar perut selesai mencerna makanan.

  5. Lakukan Relaksasi: Lakukan rutinitas santai seperti membaca buku fisik atau meditasi pernapasan selama 5 menit untuk menenangkan detak jantung.

  6. Batasi Tidur Siang: Tidur siang itu baik, tapi batasi maksimal 20–30 menit saja, dan jangan dilakukan di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kantuk di malam hari.

  7. Rutin Berolahraga: Sempatkan olahraga ringan minimal 30 menit sehari untuk melepaskan stres. Namun, hindari berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur.

Baca Juga: Kabar Buruk untuk Gamer PC! Kelangkaan Memori GDDR7 Hantui NVIDIA, Stok RTX 50 Series Diprediksi Anjlok 40 Persen

Memperbaiki kebiasaan jam tidur terbalik tentu butuh waktu dan konsistensi.

Jika keluhan sulit tidur (insomnia) terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#jam tidur #bahaya begadang #jam tidur terbalik #picu obesitas #penyakit jantung