Waspadai Sleep Apnea: Dampak Buruk Pernapasan Mulut pada Kualitas Tidur dan Struktur Wajah

Suci Oktavia • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 19:34 WIB
Ilustrasi tidur tengkurap menghambat saluran pernapasan. (ANTARA)
Ilustrasi tidur tengkurap menghambat saluran pernapasan. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Pernahkah Anda bangun dengan bibir kering atau rasa haus yang hebat di pagi hari? Itu adalah tanda awal bahwa Anda bernapas melalui mulut saat tidur.

Kebiasaan ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi kualitas tidur dan struktur fisik tubuh, terutama pada anak-anak.

Menurut Dr. Samhita Ullod, bernapas melalui mulut berkaitan erat dengan tidur yang terfragmentasi (sering terbangun).

Jika terus berlanjut, kondisi ini dapat memperburuk Apnea Tidur (gangguan pernapasan saat tidur) yang memengaruhi tingkat energi di siang hari.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Bernapas Lewat Mulut: Mengapa Hidung Adalah Filter Terbaik Tubuh?

Dampaknya bahkan lebih mengkhawatirkan bagi anak-anak. Pernapasan mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi:

Bagaimana cara mengatasinya? Dr. Ullod menyarankan untuk memulai dengan menjaga kebersihan hidung agar tidak tersumbat.

Latihan pernapasan secara rutin dapat membantu "melatih kembali" tubuh untuk bernapas melalui hidung. Selain itu, tetap aktif secara fisik akan meningkatkan kekuatan paru-paru dan efisiensi pernapasan secara keseluruhan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
sleep apnea napas bibir mulut wajah