Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sering Overthinking dan Cemas Ditinggal Pasangan? Kenali Apa Itu Anxious Attachment Style

Mizan Ahsani • Jumat, 17 April 2026 | 14:17 WIB
Ilustrasi anxiety disorder terjadi di tempat umum dan banyak orang.
Ilustrasi Anxiety Disorder

Jawa Pos Radar Madiun - Mendambakan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman dari pasangan adalah hal yang sangat wajar.

Namun, bagaimana jika kebutuhan tersebut berubah menjadi kecemasan ekstrem, rasa cemburu buta, dan ketakutan mendalam akan ditinggalkan?

Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal dengan sebutan Anxious Attachment Style (gaya keterikatan cemas).

Orang dengan pola keterikatan ini seolah selalu berada di wahana roller-coaster emosional, mereka sangat takut kehilangan, namun rasa takut itu justru sering kali memicu konflik yang merusak hubungan.

Baca Juga: Penyaluran Bapang di Madiun Dikebut, Target Rampung Akhir April

Akar Penyebab dari Masa Kecil

Sama seperti avoidant attachment, gaya keterikatan cemas ini tidak muncul secara tiba-tiba saat dewasa.

Kondisi ini umumnya berakar dari masa kanak-kanak, tepatnya akibat pola asuh orang tua yang tidak konsisten (misattuned parenting).

Terkadang, orang tua atau pengasuh bisa bersikap sangat hangat dan penuh perhatian.

Namun, di waktu lain, mereka bisa tiba-tiba mengabaikan, menjaga jarak, atau terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.

Ketidakkonsistenan ini membuat anak kebingungan dan secara bawah sadar menanamkan keyakinan bahwa orang-orang terkasih tidak bisa selalu diandalkan kehadirannya.

Baca Juga: Penyaluran Bapang di Madiun Dikebut, Target Rampung Akhir April

Ciri-Ciri Anxious Attachment

Seseorang dengan anxious attachment umumnya memiliki harga diri yang rendah dan sangat bergantung pada pasangan untuk merasa berharga.

Berikut adalah tanda-tanda utamanya.

Haus Validasi
Selalu membutuhkan jaminan (kata-kata penegasan) secara terus-menerus bahwa pasangannya masih mencintai dan memedulikannya.

Takut Ditinggalkan
Memiliki kecemasan irasional yang sangat intens tentang kesendirian, penolakan, atau perselingkuhan.

Sangat Sensitif
Terlalu peka terhadap perubahan kecil pada suasana hati atau nada bicara pasangan.

Pesan yang telat dibalas bisa langsung ditafsirkan sebagai tanda bahwa pasangan sudah tidak cinta.

Terlalu Melekat (Clingy)
Sulit merasa nyaman saat sendirian dan cenderung menuntut seluruh waktu serta perhatian pasangan.

Sering Menguji Hubungan
Kerap memicu drama, membesar-besarkan masalah, atau mencari gara-gara hanya untuk memancing reaksi dan membuktikan bahwa pasangannya masih peduli.

Baca Juga: Apple Siapkan iOS 27 dengan AI yang Lebih Canggih, Peran Siri Meningkat

Bagaimana Cara Menyembuhkannya?

Meski pola ini sudah tertanam sejak kecil, anxious attachment bukanlah vonis mati. Anda tetap bisa berlatih untuk memiliki gaya keterikatan yang lebih aman dan sehat (secure attachment) melalui langkah-langkah berikut.

Bangun Harga Diri
Anda harus sadar bahwa nilai diri Anda tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya pasangan. Kembangkan hobi, karier, dan rasa percaya diri di luar hubungan asmara.

Komunikasikan Kebutuhan Secara Dewasa
Alih-alih "ngambek" atau membuat drama saat merasa diabaikan, sampaikan ketakutan dan kebutuhan Anda kepada pasangan secara langsung, jujur, dan tanpa emosi meledak-ledak.

Belajar Meregulasi Emosi
Latih diri Anda untuk menetapkan batasan yang sehat. Saat rasa cemas menyerang (misal karena pasangan telat membalas pesan), belajarlah menenangkan diri sendiri tanpa harus langsung menuntut penjelasan.

Cari Bantuan Profesional
Jika kecemasan ini sudah sangat mengganggu kualitas hidup dan merusak hubungan Anda, jangan ragu untuk menjalani sesi konseling dengan psikolog. Terapi perilaku sangat efektif untuk membantu Anda memutus rantai trauma masa lalu.

Memahami gaya emosional diri sendiri adalah langkah krusial pertama untuk membangun hubungan asmara yang lebih tenang, memuaskan, dan bahagia. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#haus validasi #anxious attachment style #ciri kecemasan #kecemasan