Sering Disepelekan, Gigi Berlubang Nyatanya Bisa Sebabkan Masalah Pencernaan

Alfiah Sidiq • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 13:32 WIB
Ilustrasi gigi berlubang akibat gula.
Ilustrasi gigi berlubang akibat gula.

Jawa Pos Radar Madiun - Gigi berlubang sering kali dianggap sebagai masalah kecil yang hanya berujung pada rasa nyeri sesaat.

Namun, secara klinis, kondisi ini adalah proses kerusakan jaringan keras gigi yang progresif.

Jika tidak dipahami alurnya, lubang kecil yang tampak tidak berbahaya dapat berubah menjadi sumber infeksi bagi seluruh tubuh.

Pakar kesehatan gigi menjelaskan bahwa gigi berlubang bermula dari penumpukan plak.

Bakteri di dalam mulut mengonsumsi sisa makanan, terutama gula, dan menghasilkan asam.

Asam inilah yang kemudian perlahan mengikis enamel, lapisan pelindung terluar gigi.

Baca Juga: 8 Skincare Aman 2026 yang Anti Iritasi dan Bikin Kulit Sehat

Dampak pada Sistem Tubuh

Ketika lubang menembus enamel dan mencapai dentin, sensitivitas mulai muncul. Namun, jika mencapai pulpa (saraf gigi), nyeri akan menjadi luar biasa.

Dampaknya tidak hanya fisik, gigi berlubang juga mengganggu sistem pencernaan.

Karena rasa sakit saat mengunyah, seseorang cenderung menghindari makanan keras atau berserat, sehingga asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.

Secara psikologis, bau mulut akibat infeksi juga sering kali meruntuhkan kepercayaan diri seseorang dalam berinteraksi sosial. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
gigi berlubang dampak pencernaan penyebab