Kunci Menjaga Kesehatan Jantung adalah Kebiasaan di Pagi Hari, Pakar Ungkap Ada 3 Pemicu Utama Masalah

Suci Oktavia • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB
Ilustrasi bangun pagi.
Ilustrasi bangun pagi.

Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi fisiologis jantung di pagi hari sangat dipengaruhi oleh tingkat hidrasi, aktivitas fisik, dan manajemen emosi.

Konsultan Kardiolog Intervensi di Manipal Hospital, Kharadi, Dr. Akash Motgi menjelaskan bahwa saat bangun tidur, tekanan darah manusia secara alami meningkat dan hormon stres mencapai puncaknya. 

Jika ritme alami ini tidak dikelola dengan baik, risiko penyakit kardiovaskular akan meningkat.

Berikut adalah pemicu fisiologis di pagi hari yang sering diabaikan namun berdampak besar pada kesehatan arteri:

1. Mengabaikan Hidrasi

Setelah tidur berjam-jam, tubuh mengalami dehidrasi ringan. Menunda minum air putih membuat darah lebih kental, meningkatkan resistensi pembuluh darah, dan membebani kerja arteri.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Momentum Beralih ke EV! Ini 10 Mobil Listrik Terlaris Maret 2026 di Indonesia

2. Kurang Gerak (Sedenter)

Aliran darah yang lambat akibat tidak bergerak setelah bangun tidur dapat menyebabkan hilangnya elastisitas pembuluh darah.

Gerakan ringan sangat membantu melancarkan sirkulasi.

3. Stres Pagi dan Paparan Layar

Langsung memeriksa pekerjaan di ponsel atau terburu-buru memulai hari memicu hormon kortisol. Kadar kortisol tinggi secara kronis berdampak buruk pada tekanan darah.

"Jika penyempitan pembuluh darah memburuk akibat akumulasi kebiasaan buruk ini, aliran darah ke organ vital akan menurun," ujar Dr. Akash.

Dalam kondisi parah, tindakan medis seperti angioplasti (pemasangan stent) hingga operasi bypass mungkin diperlukan.

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin bagi pemilik riwayat darah tinggi atau diabetes, serta pembiasaan minum air putih dan olahraga ringan di pagi hari, menjadi investasi kesehatan yang tak ternilai. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
kebiasaan pagi kesehatan jantung layar dehidrasi main hp