Jawa Pos Radar Madiun - Meskipun memiliki rasa pahit yang khas, pare atau yang dikenal secara global sebagai Karela, merupakan gudang nutrisi yang luar biasa.
Sayuran ini sering kali dihindari, padahal para ahli medis menyebutnya sebagai salah satu "superfood" untuk menjaga keseimbangan sistem tubuh.
Ahli gastroenterologi dan hepatologi dari Fortis Hospital Delhi, Dr. Shubham Vatsya, menjelaskan bahwa kandungan mikronutrien dalam pare memberikan dampak signifikan, terutama bagi kesehatan metabolik.
Senjata Alami Melawan Diabetes
Sudah lama pare dikaitkan sebagai makanan wajib bagi penderita diabetes. Hal ini bukan tanpa alasan medis yang kuat. Pare mengandung dua senyawa kunci:
-
Charantin: Senyawa yang memiliki efek penurun glukosa darah.
-
Polipeptida-p: Zat yang bekerja menyerupai insulin secara alami dalam tubuh.
Kedua senyawa ini bekerja secara sinergis untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol lonjakan gula darah setelah makan.
Manfaat Bagi Kesehatan Secara Menyeluruh
Bagi individu yang sehat, mengonsumsi pare juga memberikan keuntungan jangka panjang yang tidak kalah penting:
-
Antioksidan dan Antiinflamasi: Membantu tubuh memerangi peradangan kronis dan stres oksidatif yang menjadi akar berbagai penyakit degeneratif.
-
Kesehatan Pencernaan: Kaya akan serat dan Vitamin C yang mendukung pergerakan usus, fungsi hati, dan kelancaran proses pencernaan.
-
Profil Lipid: Konsumsi rutin dalam porsi yang tepat dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah.
Aturan Konsumsi: Jangan Berlebihan
Meskipun bermanfaat, Dr. Vatsya memberikan peringatan keras mengenai tren konsumsi jus pare secara berlebihan.
Konsumsi tanpa kontrol dapat berdampak buruk bagi tubuh.
“Cara terbaik adalah menjadikannya bagian dari pola makan seimbang. Bisa dimasak ringan atau dikonsumsi sebagai jus dalam porsi yang terkontrol,” saran Dr. Vatsya.
Memasak pare dengan teknik yang benar dapat membantu mengurangi rasa pahit tanpa menghilangkan nutrisi pentingnya.
Integrasi pare ke dalam menu harian secara bijak adalah kunci untuk mendapatkan manfaat metabolik yang optimal. (naz)
Editor : Mizan Ahsani