Jawa Pos Radar Madiun - Menyimpan segala jenis hidangan yang masih bersuhu tinggi di dalam wadah plastik sangat dilarang oleh para pakar kesehatan karena dapat memicu pelepasan zat berbahaya.
Bahan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan ftalat yang terkandung dalam plastik akan meluruh ke dalam makanan saat terpapar suhu panas.
Kontaminasi zat kimia dari wadah plastik tersebut tentu sangat membahayakan kesehatan jangka panjang bagi siapa pun yang mengonsumsinya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mendinginkan makanan terlebih dahulu atau menggunakan wadah berbahan kaca yang jauh lebih stabil.
Selain faktor suhu, jenis makanan berlemak seperti minyak zaitun, mentega, dan gorengan juga memiliki interaksi buruk dengan wadah plastik.
Plastik mengandung aditif bersifat lipofilik yang menurut ahli sangat mudah larut ketika bersentuhan dengan kandungan lemak tinggi.
Baca Juga: Headphone atau Earphone? Pilih yang Bikin Musik Kamu Lebih Hidup!
Masalah keamanan pangan juga muncul ketika Anda menyimpan daging merah mentah di dalam kotak berbahan plastik.
Goresan-goresan kecil pada permukaan plastik dapat menjadi tempat persembunyian bakteri dari daging mentah yang sulit dibersihkan secara total.
Untuk mengurangi risiko perkembangbiakan bakteri jahat, daging mentah sebaiknya ditempatkan dalam wadah kaca yang memiliki permukaan lebih halus.
Standar internasional dari USDA sendiri menekankan bahwa wadah penyimpanan yang baik haruslah tidak beracun, kedap air, dan tahan lama tanpa mengalami degradasi.
Pemilihan wadah yang tepat bukan hanya soal kerapian dapur, melainkan investasi nyata untuk menjaga kualitas gizi makanan tetap utuh.
Pastikan Anda mulai beralih ke wadah berkelanjutan untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari oleh seluruh anggota keluarga. (naz)
Editor : Mizan Ahsani