Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mata Kedutan Bukan Hal Remeh, Ternyata Gejala Tubuh Sedang Stres Berat

Suci Oktavia • Rabu, 22 April 2026 | 20:27 WIB
Ilustrasi mata mengalami kedutan.
Ilustrasi mata mengalami kedutan.

Jawa Pos Radar Madiun - Mata kedutan atau miokimia sering kali dianggap sebagai gangguan ringan, namun dokter spesialis jantung memperingatkan agar kondisi ini tidak dianggap remeh. 

Sinyal kecil ini merupakan cara tubuh berkomunikasi bahwa tingkat ketegangan saraf telah mencapai titik yang perlu diwaspadai oleh setiap orang.

Dokter Spesialis Jantung Priya Palimkar menekankan bahwa mata kedutan sejatinya adalah respons fisik terhadap lonjakan hormon dalam tubuh akibat tekanan mental.

Munculnya gejala ini menandakan bahwa sistem saraf mulai bereaksi terhadap beban emosional yang menumpuk selama beraktivitas sehari-hari.

"Ini sebenarnya bisa menjadi indikasi awal bahwa tubuh bereaksi terhadap peningkatan level stres," ujar dr. Priya Palimkar dari Rumah Sakit Spesialis Sahyadri.

Menurutnya, mata kedutan yang terjadi secara terus-menerus adalah manifestasi nyata dari hormon kortisol dan adrenalin yang sedang aktif di dalam sistem peredaran darah.

Kondisi stres yang tinggi memicu mekanisme fight or flight yang tidak hanya mempercepat detak jantung, tetapi juga membuat saraf menjadi jauh lebih sensitif.

Baca Juga: Jangan Tunggu 40! Ahli Estetika Sarankan Mulai Perawatan Wajah sejak Usia 20-an Demi Cegah Penuaan

"Proses ini tidak hanya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, tetapi juga membuat saraf sensitif, menyebabkan otot berkontraksi tanpa disadari, bahkan otot mata," ia menambahkan.

Meskipun episode kedutan pada mata umumnya tidak berbahaya secara langsung, kejadian yang berulang merupakan alarm bahwa tubuh memerlukan istirahat total. 

Jika dibiarkan tanpa penanganan, akumulasi tekanan tersebut dikhawatirkan dapat berkembang menjadi pemicu masalah kesehatan yang lebih serius pada organ jantung di masa depan.

Upaya mitigasi yang disarankan meliputi perbaikan pola tidur yang berkualitas serta pembatasan durasi penggunaan perangkat elektronik secara signifikan.

Dokter Palimkar mengingatkan bahwa pengabaian terhadap tanda-tanda kecil ini bisa berdampak fatal bagi stabilitas kardiovaskular seseorang dalam jangka panjang.

Kesehatan jantung sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam mengelola tekanan mental dan fisik secara seimbang setiap hari.

"Jika tidak diperhatikan dan dibiarkan tanpa penanganan, hal itu dapat menjadi penyebab masalah jantung," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#kedutan #gejala #mata #jantung