Jawa Pos Radar Madiun - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neuropsychopharmacology mengungkap fakta menarik mengenai hubungan antara kualitas tidur, asupan kafein, dan fungsi otak.
Melalui studi terhadap subjek uji, para peneliti menemukan bahwa kurang tidur secara signifikan mengganggu hipokampus, yaitu wilayah otak yang bertanggung jawab atas pembentukan memori.
Saat tubuh kekurangan waktu istirahat, terjadi peningkatan kadar reseptor adenosin A1 yang memicu perasaan lesu dan penurunan aktivitas neuron secara drastis.
Kondisi ini membuat fungsi otak melambat karena senyawa adenosin yang menumpuk sepanjang hari berikatan dengan reseptornya, sehingga menghambat kemampuan kognitif dan memori sosial.
Namun, temuan ini menunjukkan bahwa kafein memiliki kemampuan untuk membalikkan banyak efek negatif tersebut dengan cara bertindak sebagai antagonis reseptor adenosin.
Baca Juga: AC Mobil Tak Dingin Sebabkan BBM Boros? Kenali Gejalanya sebelum Beban Mesin Semakin Berat
Dengan memblokir adenosin agar tidak berikatan dengan reseptornya, kafein memungkinkan aktivitas neuron tetap tinggi sehingga mendukung fungsi otak tetap waspada meskipun sedang lelah.
Meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, hasil studi observasional pada manusia menunjukkan arah yang serupa terkait peningkatan kinerja tugas memori tertentu.
Mengonsumsi kafein di pagi hari sering dikaitkan dengan pemrosesan informasi yang lebih baik dan fungsi eksekutif yang lebih tajam bagi mereka yang sering begadang.
Penting untuk dipahami bahwa kafein bekerja dengan cara memanipulasi sinyal kantuk di otak untuk memberikan kewaspadaan sementara.
Meskipun membantu berpikir lebih jernih, kafein tidak mengubah struktur kimia otak secara permanen, melainkan hanya menunda efek sedatif dari senyawa adenosin yang terus menumpuk di sistem saraf. (naz)
Editor : Mizan Ahsani