Mitos atau Fakta? Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Alfiah Sidiq • Dipublikasikan Kamis, 23 April 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi kesehatan ibu hamil.
Ilustrasi kesehatan ibu hamil.

Jawa Pos Radar Madiun - Mitos mengenai bentuk perut ibu hamil yang dapat memprediksi jenis kelamin bayi masih sangat kuat dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Anggapan tradisional ini sering kali menghubungkan bentuk yang menonjol ke depan dengan bayi laki-laki, sementara bentuk yang melebar dikaitkan dengan bayi perempuan.

Secara medis, para ahli menegaskan bahwa variasi pada bentuk perut ibu hamil sama sekali tidak memiliki hubungan ilmiah dengan jenis kelamin janin di dalam kandungan.

Perbedaan tampilan fisik tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis seperti postur tubuh ibu, jumlah air ketuban, hingga ukuran janin itu sendiri.

Kondisi otot dan riwayat kehamilan sebelumnya juga memegang peranan krusial dalam menentukan bagaimana bentuk perut ibu hamil terlihat dari luar.

Ibu yang baru pertama kali mengandung biasanya memiliki otot perut yang lebih kencang sehingga perut tampak lebih tinggi dan menonjol dibandingkan kehamilan kedua atau ketiga.

Baca Juga: Tren Diet Beras Porang: Benarkah Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya!

Dokter spesialis kandungan menjelaskan bahwa posisi janin di dalam rahim menjadi salah satu alasan utama mengapa bentuk perut setiap individu berbeda-beda.

Ibu yang baru pertama kali hamil biasanya memiliki perut yang tampak lebih kencang dan menonjol ke depan, sedangkan pada kehamilan berikutnya, perut cenderung terlihat lebih melebar.

Satu-satunya metode yang akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah melalui pemeriksaan medis seperti Ultrasonografi (USG) yang dilakukan oleh tenaga profesional.

Metode ini biasanya baru memberikan hasil yang jelas saat usia kehamilan telah memasuki trimester kedua ketika organ reproduksi janin sudah terbentuk sempurna.

Meskipun ramalan berdasarkan bentuk perut sering menjadi bahan obrolan ringan yang menyenangkan di lingkungan keluarga, hal tersebut tidak boleh dijadikan sebagai rujukan utama.

Fokus utama selama masa kehamilan seharusnya tetap pada pemenuhan nutrisi yang seimbang dan pemantauan kesehatan janin secara rutin ke fasilitas kesehatan.

Menjaga kesehatan fisik dan mental ibu jauh lebih penting daripada sekadar menebak-nebak jenis kelamin berdasarkan tampilan fisik semata. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
bentuk perut ibu hamil jenis kelamin ibu hamil perut