Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah studi skala besar yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology membawa kabar baik bagi para pencinta pola makan berbasis tumbuhan.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 92.000 peserta ini menemukan bahwa konsumsi makanan nabati dalam jumlah tinggi berkaitan erat dengan penurunan risiko demensia, yaitu sekelompok gejala yang mengganggu ingatan dan kemampuan berpikir sehari-hari.
Para peneliti menganalisis data jangka panjang untuk melihat bagaimana kebiasaan makan memengaruhi kesehatan otak selama lebih dari satu dekade.
Hasilnya secara konsisten menunjukkan bahwa kelompok yang paling banyak mengonsumsi makanan dari sumber tumbuhan memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang paling sedikit mengonsumsinya.
Namun, penelitian ini menekankan bahwa manfaat tersebut sangat bergantung pada kualitas bahan pangan yang dipilih.
Makanan padat nutrisi yang dimaksud contohnya seperti biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, minyak nabati, kacang-kacangan, polong-polongan, dan teh atau kopi.
Penerapan diet nabati yang sehat terbukti mampu memberikan penurunan risiko demensia sebesar 7 persen bagi mereka yang konsisten menjalankannya.
Sebaliknya, pola makan nabati yang asal-asalan justru tidak memberikan manfaat yang sama bagi kesehatan kognitif seseorang di masa tua.
Melalui temuan ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menyusun menu harian mereka dengan mengutamakan bahan makanan segar. Fokus pada kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada sekadar label "nabati" untuk memastikan fungsi otak tetap optimal seiring bertambahnya usia. (naz)
Editor : Mizan Ahsani