Jawa Pos Radar Madiun - Bagi banyak orang, pusing setelah makan daging sering dikaitkan dengan lonjakan tekanan darah, terutama jika daging diolah dengan kadar garam dan lemak jenuh yang tinggi.
Kandungan garam yang berlebih dapat memicu hipertensi mendadak, sementara lemak jenuh pada masakan bersantan seperti gulai dapat memengaruhi kelancaran aliran darah.
Selain itu, senyawa tiramin yang banyak ditemukan pada daging olahan dapat meningkatkan pelepasan hormon yang memicu pusing dan jantung berdebar.
Faktor fisik seperti mengunyah daging yang terlalu alot juga bisa memicu Temporomandibular Joint Disorder alias Sindrom Sendi Rahang yang berujung pada sakit kepala dan nyeri di area wajah.
Secara biologis, daging membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Saat makan porsi besar, tubuh akan mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan secara masif.
Kondisi ini menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang sementara, sehingga muncul sensasi pusing atau "kliyengan" sesaat setelah makan.
Untuk mengatasinya, pastikan mengimbangi asupan daging dengan air putih yang cukup guna menghindari dehidrasi akibat bumbu yang tinggi natrium. (naz)
Editor : Mizan Ahsani