Jawa Pos Radar Madiun - Masih banyak anggapan keliru di masyarakat bahwa penggunaan insulin dapat memicu kerusakan organ, terutama ginjal.
Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo, dr. Taufik Ramadhan Biya, Sp.PD, Subsp. EMD(K), memberikan edukasi penting mengenai fungsi dan indikasi terapi insulin bagi penderita diabetes.
Ia menegaskan bahwa pemberian insulin selalu didasarkan pada indikasi medis yang terukur untuk membantu mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi serius.
Perbedaan Penggunaan pada Tipe 1 dan Tipe 2
dr. Taufik menjelaskan bahwa bagi penderita diabetes tipe 1, penggunaan insulin adalah kewajiban absolut karena tubuh mereka sudah sama sekali tidak mampu memproduksi insulin secara alami.
Sementara pada diabetes tipe 2, insulin biasanya menjadi pilihan kedua setelah terapi obat oral (obat minum) tidak lagi mampu mengontrol kadar gula darah atau jika pasien berada dalam kondisi klinis tertentu.
Baca Juga: Indonesia Darurat Daycare? Menteri PPPA Ungkap 44 Persen Tempat Penitipan Anak Tak Berizin
Indikasi Absolut vs Indikasi Relatif
Dalam praktiknya, terdapat dua kategori utama penggunaan insulin yang perlu dipahami pasien:
-
Indikasi Absolut: Wajib diberikan pada pasien tipe 1, ibu hamil dengan diabetes, serta pasien yang mengalami krisis hiperglikemia (kadar gula darah yang melonjak sangat tinggi secara mendadak).
-
Indikasi Relatif: Diberikan jika kadar gula darah tetap tidak terkontrol selama tiga bulan meski sudah rutin minum obat, pasien dengan infeksi berat, pasien yang akan dioperasi, atau pasien dengan kadar HbA1c di atas 9 persen.
Meluruskan Mitos Kerusakan Ginjal
Salah satu poin krusial yang ditegaskan dr. Taufik adalah meluruskan ketakutan pasien akan kerusakan ginjal akibat insulin.
"Yang merusak ginjal bukan insulin, tetapi gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol," tegas dr. Taufik di Gorontalo, Minggu.
Justru sebaliknya, insulin berperan melindungi tubuh dengan cara menekan inflamasi dan menjaga kestabilan kadar glukosa.
Kerusakan ginjal pada penderita diabetes lebih sering terjadi karena kondisi gula darah yang dibiarkan tinggi dalam jangka waktu lama, yang pada akhirnya merusak pembuluh darah kecil di ginjal.
Imbauan untuk Masyarakat Masyarakat diminta untuk tidak takut dan selalu mengikuti anjuran dokter. Penggunaan insulin yang tepat waktu dan sesuai dosis justru membantu pasien mencapai kualitas hidup yang lebih baik serta terhindar dari risiko komplikasi mematikan lainnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani