Jawa Pos Radar Madiun - Hormon kortisol atau "hormon stres" sebenarnya punya fungsi penting untuk metabolisme dan energi.
Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, kesehatan Anda bisa terancam, mulai dari naiknya berat badan hingga gangguan jantung.
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sepele yang kita lakukan setiap hari justru menjadi pemicu utama melonjaknya hormon ini. Berikut adalah poin-poin penting yang harus Anda waspadai:
1. Melewatkan Sarapan
Saat Anda melewatkan sarapan, tubuh menganggapnya sebagai ancaman atau stres fisik.
Akibatnya, kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak kortisol untuk mencari cadangan energi. Ini juga yang bikin nafsu makan Anda jadi menggila di siang hari.
2. Konsumsi Kafein Berlebihan
Kopi memang bikin melek, tapi kalau terlalu banyak, kafein akan merangsang sistem saraf pusat secara berlebihan. Hal ini menciptakan respons stres buatan yang bikin tubuh merasa gelisah dan cemas tanpa alasan yang jelas.
3. Kualitas Tidur yang Buruk
Tidur adalah waktu tubuh untuk menyeimbangkan hormon. Kurang tidur membuat tubuh merasa dalam keadaan darurat dan memicu produksi kortisol berlebih.
Masalahnya, kortisol yang tinggi di malam hari justru bikin Anda makin susah tidur.
4. Olahraga yang Terlalu Intens
Olahraga itu sehat, tapi latihan yang terlalu berat tanpa istirahat yang cukup justru dianggap tubuh sebagai pemicu stres. Alih-alih bugar, tubuh malah akan kelelahan karena lonjakan kortisol yang terjadi secara terus-menerus.
5. Kecanduan Mengecek Ponsel
Notifikasi yang terus-menerus dan keinginan untuk selalu update di media sosial menciptakan stres tingkat rendah yang konstan.
Tekanan untuk selalu merespons pesan membuat otak tetap dalam kondisi siaga, yang secara otomatis menjaga kadar kortisol tetap tinggi.
Menjaga kadar kortisol tetap stabil bisa dimulai dengan hal sederhana: jangan skip sarapan, batasi kopi, dan kurangi waktu menatap layar ponsel. Dengan begitu, tubuh dan pikiran akan terasa lebih tenang dan sehat. (naz)
Editor : Mizan Ahsani