Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Awas Darah Tinggi! Kenali Manfaat dan Bahaya 'Tersembunyi' Garam Dapur bagi Tubuh

Mizan Ahsani • Kamis, 30 April 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi diet rendah garam. (YES DOK)
Ilustrasi diet rendah garam. (YES DOK)

Jawa Pos Radar Madiun - Sodium (natrium) atau yang dalam keseharian paling sering kita jumpai dalam bentuk natrium klorida (garam dapur) ibarat pisau bermata dua bagi tubuh.

Di satu sisi, tubuh sangat membutuhkannya agar organ berfungsi dengan baik. Namun di sisi lain, konsumsi yang berlebihan dapat memicu berbagai penyakit kronis mematikan.

Dalam takaran yang pas, natrium bersama unsur klorida memiliki peran krusial. Mineral ini bertugas menjaga volume cairan dan elektrolit dalam aliran darah, membantu transmisi sinyal saraf dan kontraksi otot, hingga mencegah tekanan darah anjlok di bawah batas normal.

Di dunia medis, natrium bahkan digunakan untuk mengatasi cystic fibrosis, mencegah keracunan ginjal, hingga meredakan pembengkakan otak.

Baca Juga: Cacar Api Tak Boleh Diremehkan: Ternyata Bisa Picu Komplikasi Jantung, Ini Peringatan Kemenkes

Namun, di balik manfaatnya yang segudang, tersimpan bahaya besar jika dikonsumsi berlebihan.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan RI, batas maksimal konsumsi garam dapur untuk orang dewasa sehat hanyalah 6 gram (sekitar 1 sendok teh) per hari.

Saat kadar natrium dalam darah terlalu tinggi karena asupan yang melampaui batas, ginjal akan kewalahan membuang kelebihannya melalui urine.

Akibatnya, natrium akan menumpuk dan menahan cairan di dalam aliran darah.

Volume darah yang meningkat ini memaksa jantung untuk memompa lebih keras.

Jika dibiarkan menjadi kebiasaan, kondisi tersebut akan memicu hipertensi (tekanan darah tinggi di atas 120/80 mmHg), penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan ginjal permanen. 

Baca Juga: 4 Sunscreen Stick dengan Panthenol yang Praktis untuk Re-apply dan Jaga Skin Barrier

Selain itu, diet tinggi garam juga dapat mengganggu efektivitas obat-obatan tertentu, seperti obat hipertensi dan lithium.

Untuk mencegah risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur asupan garam.

Natrium tidak hanya berasal dari garam yang ditaburkan saat memasak, tetapi juga kerap "bersembunyi" pada makanan kaleng, mi instan, saus, keripik, dan daging olahan.

Mulailah memperbanyak konsumsi sayuran dan buah segar yang rendah natrium.

Saat berbelanja, rajinlah mengecek label gizi pada kemasan, dan cobalah mengeksplorasi bumbu alternatif seperti perasan jeruk nipis, lada, atau tumisan bawang putih agar masakan tetap kaya rasa tanpa harus membahayakan nyawa.(*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#natrium #garam dapur #manfaat garam #bahaya garam #hipertensi