Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Panas Ekstrem Ganggu Hormon, Waspadai Dampaknya pada Tubuh

Suci Oktavia • Senin, 4 Mei 2026 | 12:35 WIB
Ilustrasi cuaca panas terik di musim pancaroba.
Ilustrasi cuaca panas terik di musim pancaroba.

Jawa Pos Radar Madiun - Cuaca panas ekstrem tak hanya bikin tidak nyaman. Di balik itu, ada dampak serius yang kerap luput disadari, yaitu gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh.

Hal ini diungkapkan Dr. Rashi Agarwal dari Sir HN Reliance Foundation Hospital. Menurutnya, paparan panas berkepanjangan dapat menekan sistem pengatur tubuh, terutama hormon.

Ia menjelaskan, tubuh manusia bergantung pada hipotalamus untuk menjaga keseimbangan internal. Organ ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan berperan dalam mengatur berbagai fungsi hormonal.

Ketika suhu melonjak ekstrem, sistem tersebut ikut terganggu. Dampaknya bisa menjalar ke berbagai aspek kesehatan.

Salah satu yang paling terasa adalah peningkatan hormon stres atau kortisol. Kadar yang terus tinggi dapat memicu kelelahan, mudah marah, gangguan tidur, hingga penumpukan lemak terutama di area perut.

Baca Juga: Stres tanpa Sebab Semakin Marak, Meditasi Jadi Kunci Kendalikan Pikiran

Tak berhenti di situ, panas juga bisa mengganggu kerja kelenjar tiroid. Akibatnya, metabolisme melambat dan tubuh terasa lemas, sulit fokus, hingga kurang bertenaga.

Bagi penderita gangguan gula darah, kondisi ini makin berisiko.

Sensitivitas insulin bisa terganggu, sehingga kadar glukosa menjadi tidak stabil, terutama pada individu dengan pradiabetes atau diabetes.

Pada perempuan, dampaknya bahkan bisa memengaruhi sistem reproduksi.

Paparan panas ekstrem berpotensi mengacaukan siklus menstruasi, memperparah gejala pramenstruasi, hingga memicu gangguan kesuburan sementara.

Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit akibat dehidrasi juga tak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat memicu pusing, lemas, bahkan jantung berdebar.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga Voli Korea: Manuver Agen Megawati Hangestri Buka Jalan ke Hyundai Hillstate

Agarwal mengingatkan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai. Di antaranya kelelahan berkepanjangan, sulit tidur, perubahan suasana hati, siklus haid tidak teratur, hingga perubahan berat badan tanpa sebab jelas.

Untuk mengurangi dampak tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Mulai dari menjaga asupan cairan, menghindari aktivitas di jam terpanas, memastikan nutrisi seimbang dengan elektrolit cukup, hingga menjaga kualitas tidur.

Ia menekankan, individu dengan gangguan hormon harus ekstra waspada saat gelombang panas. Sebab, suhu ekstrem bukan sekadar masalah cuaca, melainkan juga pemicu stres pada sistem endokrin.

“Kenali gejala sejak awal agar tidak berkembang menjadi gangguan metabolik jangka panjang,” ujarnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#stres #kesehatan #hormon #panas ekstrem #menstruasi