Jawa Pos Radar Madiun - Penggunaan True Wireless Stereo (TWS) kini telah menjadi gaya hidup yang tak terpisahkan dari masyarakat modern.
Kepraktisannya yang tanpa kabel membuat perangkat ini sangat digemari. Namun belakangan, muncul narasi viral di media sosial yang mengajak masyarakat kembali menggunakan earphone kabel karena TWS dinilai memancarkan radiasi Bluetooth yang berbahaya bagi telinga. Benarkah demikian?
Spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT), dr. Muhammad Edi Syahputra, dengan tegas meluruskan anggapan keliru tersebut.
Secara medis, klaim yang menyebutkan bahwa earphone Bluetooth lebih berbahaya daripada earphone kabel tidak memiliki dasar yang kuat.
"Belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa earphone Bluetooth lebih berbahaya dibandingkan earphone kabel.
Risiko utama bukan pada jenisnya, tetapi pada kebiasaan penggunaannya," jelas dr. Edy.
Baca Juga: Rutin Makan Pepaya Pagi Hari, Berat Badan Turun Tanpa Diet Ketat!
Bahaya Sebenarnya: Volume dan Durasi
Lebih lanjut, dr. Edy memaparkan bahwa ancaman nyata bagi kesehatan telinga justru berasal dari volume suara yang terlalu keras dan durasi pemakaian yang terlalu lama.
Paparan suara berintensitas tinggi secara terus-menerus dapat merusak sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput), yakni organ yang memegang peranan paling vital dalam proses pendengaran manusia.
Risiko ini sering kali tidak disadari oleh pengguna.
Banyak orang terbiasa menggunakan TWS di lingkungan yang bising, seperti di stasiun kereta atau terminal bus.
Untuk mengalahkan suara bising di sekitarnya, pengguna cenderung menaikkan volume TWS menjadi sangat keras tanpa menyadari dampak destruktifnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U17 Sukses Tekuk Cina 1-0 di Laga Perdana Piala Asia
Ancaman Tuli Permanen hingga Infeksi
Kerusakan pada koklea akibat gempuran suara keras ini tidak bisa dianggap remeh, karena kerusakannya bisa bersifat permanen dan berujung pada penurunan pendengaran secara bertahap.
"Penggunaan earphone yang terlalu lama juga dapat memicu keluhan lain seperti tinnitus (telinga berdenging terus-menerus), rasa penuh dan pengap di dalam telinga, hingga memicu infeksi akibat kebersihan perangkat yang kurang terjaga," tambah dr. Edy.
Untuk meminimalisasi risiko kerusakan pendengaran, para ahli menyarankan beberapa langkah preventif yang sederhana.
-
Atur Volume
Jangan pernah mendengarkan audio dengan volume maksimal. Pastikan Anda masih bisa mendengar suara di sekitar Anda. -
Batasi Waktu
Terapkan aturan jeda istirahat bagi telinga. Lepaskan TWS setiap beberapa jam sekali. -
Jaga Kebersihan
Rutin bersihkan bagian eartips (karet TWS) secara berkala menggunakan alkohol untuk mencegah menumpuknya bakteri dan kotoran yang bisa menyebabkan infeksi telinga.(*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura