Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Waspada Penyakit Kronis! Ini Aturan Emas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Harian

Mizan Ahsani • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:32 WIB
Ilustrasi Gula, Garam dan Minyak (Alodokter)
Ilustrasi Gula, Garam dan Minyak (Alodokter)

Jawa Pos Radar Madiun - Makanan sehari-hari masyarakat Indonesia seolah tak bisa lepas dari godaan rasa manis, gurihnya garam, dan kelezatan lemak.

Sayangnya, asupan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang tidak terkontrol menjadi bom waktu bagi kesehatan.

Konsumsi GGL yang melebihi batas merupakan biang kerok dari berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) mematikan, seperti diabetes melitus, hipertensi, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kanker.

Mengkhawatirkannya, tren penyakit kronis ini kini tak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia, melainkan mulai mengintai kelompok usia produktif.

Agar kesehatan tubuh tetap optimal sedini mungkin, sangat penting untuk mengetahui dan menerapkan batas aman konsumsi harian GGL berikut ini.

Baca Juga: David De Gea Bersedia Tinggalkan Fiorentina, tapi Hanya Ingin Gabung Juventus

1. Takaran Aman Gula

Gula memang krusial sebagai sumber energi utama tubuh, namun takarannya harus diawasi ketat.

Kemenkes RI
Merekomendasikan batas maksimal konsumsi gula harian sebanyak 50 gram (setara 4 sendok makan).

Standar WHO
Lebih ketat, yakni membatasi asupan gula maksimal 5% dari kebutuhan kalori.

Untuk orang dewasa maksimal 30 gram (7 sendok teh).

Sementara untuk anak-anak 7-10 tahun maksimal 24 gram, dan anak 2-6 tahun maksimal 19 gram per hari.

Baca Juga: Rahasia Legenda Toyota 2KD-FTV: Alasan Mesin Diesel Tetap Jadi Primadona di Pasar Mobil Bekas 2026

2. Batas Konsumsi Garam

Gurihnya garam sering kali membuat kita tak sadar telah mengonsumsinya secara berlebihan.

Dewasa (11 tahun ke atas)
Batas maksimal hanya 6 gram (setara 1 sendok teh) per hari.

Anak-anak
5 gram (7-10 tahun), 3 gram (4-6 tahun), 2 gram (1-3 tahun), dan di bawah 1 gram untuk bayi di bawah usia 1 tahun.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: TWS Lebih Berbahaya dari Earphone Kabel? Dokter THT Ungkap Fakta Sebenarnya

3. Regulasi Lemak Jenuh dan Trans

Pilihlah sumber lemak tak jenuh yang sehat (seperti dari ikan, telur, dan kacang-kacangan) serta batasi asupan lemak jahat yang bisa menyumbat pembuluh darah.

Pria Dewasa
Batas maksimal lemak jenuh 30 gram per hari.

Wanita Dewasa
Batas maksimal lemak jenuh 20 gram per hari.

Lemak Trans
Dibatasi sangat ketat, maksimal hanya 5 gram per hari untuk semua orang dewasa.

Baca Juga: Tips Dongkrak Performa Mesin Diesel Tanpa Asap Hitam: Rahasia Kencang, Efisien, dan Tetap Bersih

Tips Jitu Mengontrol Asupan GGL

Ancaman terbesar sering kali bukan datang dari dapur sendiri, melainkan dari "GGL tersembunyi" di dalam produk makanan dan minuman kemasan. Berikut adalah cara cerdas menyiasatinya:

Pilih Real Food
Utamakan mengonsumsi makanan dalam bentuk aslinya (minim proses pengolahan) yang kaya protein dan lemak sehat.

Kandungan ini efektif memperlambat penyerapan gula dalam darah dan membuat perut kenyang lebih lama.

Wajib Baca Label Gizi
Selalu kalikan nilai nutrisi yang tertera dengan jumlah sajian per kemasan.

Waspadai nama samaran gula yang berakhiran "osa" atau "ol" seperti sukrosa, fruktosa, sirup jagung, hingga sorbitol.

Ingat juga, 1 mg natrium/sodium pada label kemasan setara dengan 2,5 mg garam dapur!

Masak Sendiri di Rumah
Mengolah hidangan sendiri memberikan Anda kendali penuh atas takaran bumbu.

Gunakan alternatif yang lebih sehat seperti madu murni atau rempah alami (kayu manis) sebagai pengganti gula pasir.

Baca Juga: Bos Xpeng Bocorkan Masa Depan Industri Mobil China, Sebut Hanya Lima yang Akan Survive

Dengan membiasakan lidah mengurangi intensitas rasa manis dan asin, secara perlahan Anda sedang membangun investasi kesehatan terbaik untuk masa depan.(*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#CGL #gula #tips #garam #lemak