Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tren Screen-Free Parenting: Kala Ibu-Ibu Muda di Kota Besar Mulai 'Haramkan' Gadget demi Mainan Fisik

Mizan Ahsani • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:05 WIB
Ilustrasi anak anak main gadget
Ilustrasi anak anak main gadget

Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah gempuran digitalisasi yang kian masif, sebuah fenomena kontradiktif justru tengah tumbuh subur di kalangan orang tua muda di kota-kota besar. Gerakan screen-free parenting atau pola asuh tanpa layar kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan sebuah "perlawanan" terhadap ketergantungan gawai pada anak sejak dini.

Pemandangan balita yang anteng dengan smartphone di kafe atau pusat perbelanjaan kini mulai berganti. Banyak ibu muda yang justru lebih bangga menenteng busy book, balok kayu, hingga peralatan mewarnai di dalam tas mereka. Mereka memilih kembali ke dasar: mainan fisik yang merangsang sensorik dan motorik.

Baca Juga: Alasan Co-Parenting Setelah Perceraian Sering Gagal dan Cara Mengatasinya dengan Bijak

"Dulu kalau anak rewel, refleks kasih YouTube. Tapi dampaknya anak jadi gampang tantrum kalau gawai diambil," ujar Maya, seorang ibu rumah tangga yang kini konsisten menerapkan pola asuh minim layar.

Para pakar perkembangan anak menyebutkan tren informasi kesehatan mental anak sebagai topik yang paling banyak dicari. Orang tua mulai menyadari bahwa interaksi dua arah jauh lebih berharga daripada paparan cahaya biru (blue light) yang dapat menghambat kemampuan bicara (speech delay).

Tren ini pun memicu menjamurnya produsen mainan edukasi lokal yang berbahan kayu (wooden toys) atau bahan ramah lingkungan lainnya. Mainan-mainan ini dianggap lebih mampu mengasah kreativitas dan imajinasi anak dibandingkan gim digital yang bersifat pasif.

Tak hanya di rumah, gerakan ini juga mulai merambah ke komunitas-komunitas bermain (playdate) di wilayah perkotaan. Mereka sepakat untuk menciptakan zona bebas gawai saat anak-anak berkumpul, guna mengembalikan hakikat bermain yang sebenarnya: bersosialisasi dan bergerak fisik.

Baca Juga: Kasus Anak Kecanduan Gadget Terus Meningkat, Ini Solusi Smart Parenting yang dikupas SDN Sidomulyo 1 Magetan

Meski menantang, screen-free parenting diyakini menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mental dan kemampuan kognitif anak di masa depan. Bagi para ibu di Madiun Raya dan sekitarnya, memulai dari hal kecil seperti membatasi jam tontonan bisa menjadi langkah awal menuju pola asuh yang lebih sehat di era digital ini.

(*)

*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#parenting anak #screen free parenting #psikologis anak #pola asuh