Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ancaman Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan 3 Orang, DPR Desak Pengetatan Bandara dan Pelabuhan

Mizan Ahsani • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi animasi virus
Ilustrasi animasi virus

Jawa Pos Radar Madiun – Alarm kewaspadaan kesehatan kembali berbunyi. Munculnya kasus Hantavirus yang telah menewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius memicu reaksi keras dari parlemen. Pemerintah pusat diminta segera membentengi pintu masuk negara, termasuk jalur-jalur vital di Jawa Timur, guna mengantisipasi transmisi virus berbahaya tersebut.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mewanti-wanti agar pemerintah tidak meremehkan potensi penyebaran virus ini ke tanah air. Ia mendesak adanya penguatan pengawasan di seluruh titik perbatasan, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Baca Juga: Wabah Hantavirus Renggut 3 Nyawa di Kapal Pesiar, Kenali Bahaya dan Gejala Virus Kencing Tikus

"Saya minta pemerintah mulai memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia. Skrining terhadap kedatangan dari luar negeri, baik WNI maupun WNA, harus dilakukan secara ketat," tegas politikus Partai Golkar tersebut, Jumat (8/5).

Tak hanya memantau pergerakan manusia, Yahya menyoroti pentingnya pengawasan terhadap vektor pembawa penyakit, yakni tikus. Menurutnya, otoritas kesehatan di pelabuhan dan bandara perlu melakukan pengambilan sampel tikus secara berkala untuk diuji melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada "penumpang gelap" berupa virus yang masuk melalui jalur logistik.

Senada dengan DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meskipun saat ini konsentrasi virus masih terlokalisasi di kapal pesiar, pemerintah tetap menyiapkan protokol deteksi dini di fasilitas kesehatan.

"Virus ini termasuk kategori berbahaya. Kami sudah meminta guidance dari WHO untuk melakukan skrining yang tepat," ujar Menkes Budi.

Baca Juga: Sandal Kyai sampai Jadi Korban, Begini Cara Membasmi Virus Ghosob di Pesantren

Bagi masyarakat di Jawa Timur, khususnya yang berada di titik transit seperti Madiun Raya, isu ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Mengingat Hantavirus erat kaitannya dengan keberadaan tikus, masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam membasmi sarang tikus di area permukiman dan pergudangan guna meminimalisir risiko penularan secara mandiri.

(*)

Editor : Mizan Ahsani
#screening kesehatan #pelabuhan #bandara #hantavirus