Jawa Pos Radar Madiun - Aroma seduhan kopi di pagi hari memang sangat menggugah selera dan kerap menjadi andalan untuk memompa energi.
Namun, ada satu efek samping yang kerap menurunkan rasa percaya diri setelah menikmati minuman favorit ini, yakni bau mulut yang tidak sedap atau sering disebut dengan istilah coffee breath.
Mengapa minuman yang aromanya begitu harum saat diseduh justru meninggalkan bau kurang sedap di mulut?
Baca Juga: Kopi Tonik Viral! Resep Praktis Espresso Segar ala Kafe
Pemicu Bau Mulut Akibat Kopi
Bau mulut setelah meminum secangkir kopi sejatinya dipicu oleh beberapa reaksi kimia dan biologis.
Pertama, saat biji kopi dipanggang (roasting), senyawa aroma yang mengandung sulfur akan terbentuk.
Perpaduan antara sulfur dan kandungan asam alami pada kopi inilah yang menjadi pemicu awal bau tidak sedap.
Kedua, kafein memiliki sifat dehidrasi ringan yang membuat mulut menjadi kering.
Kopi juga mengandung molekul tanin yang dapat mengikat protein pada air liur dan menghambat produksinya.
Ketika produksi air liur yang berfungsi membilas bakteri terhambat, bakteri akan berkembang biak dengan cepat dan melepaskan gas sulfur atau Volatile Sulfur Compounds (VSC).
Gas inilah yang menjadi akar penyebab halitosis atau bau mulut di rongga mulut Anda.
Kondisi ini akan semakin parah jika Anda menambahkan susu dan gula.
Susu dan pemanis adalah "makanan" favorit bagi bakteri untuk berkembang biak dengan lebih masif.
Baca Juga: Pengaruh Kafein terhadap Fungsi Otak: Benarkah Kopi Bisa Memulihkan Memori setelah Begadang?
Cara Cepat Usir Coffee Breath
Jika berhenti minum kopi bukanlah pilihan, Anda bisa menerapkan beberapa langkah praktis berikut untuk mengusir coffee breath dengan cepat:
Minum Segelas Air Putih
Ini adalah cara paling instan untuk membilas sisa kopi, mencegah dehidrasi, dan memancing kembali produksi air liur di dalam mulut.
Sikat Gigi dan Bersihkan Lidah
Segera sikat gigi menggunakan pasta gigi berbahan zinc atau cengkeh. Jangan lupa sikat area lidah, tempat di mana bakteri penyebab bau sering bersarang.
Kunyah Permen Karet Bebas Gula
Pilih permen karet yang mengandung xylitol untuk merangsang produksi air liur tanpa memberi makan bakteri.
Makan Apel atau Yoghurt
Buah apel mengandung enzim khusus perangsang air liur, sedangkan yoghurt memiliki sifat antibakteri alami yang baik untuk melawan bakteri penyebab bau mulut.
Baca Juga: Dilema Gen Z Penikmat Kopi: Niat Diet Gula, Malah Kena Asam Lambung? Simak Tipsnya Disini!
Sebagai langkah pencegahan, sebuah studi justru lebih menyarankan konsumsi kopi hitam murni (black coffee) ketimbang kopi susu manis.
Ekstrak kopi murni (sebesar 2 persen) justru bermanfaat untuk mengurangi produksi gas sulfur penyebab bau.
Jika tak suka rasa yang terlalu pahit, cobalah mengganti gula pasir dengan batang kayu manis (cinnamon stick) sebagai pengaduk agar aroma lebih sedap.(*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura