Jawa Pos Radar Madiun - Keluhan seputar mata perih, memerah, hingga sensasi terasa mengganjal seperti kelilipan tengah marak diperbincangkan. Di mesin pencari Google pekan ini, kata kunci seperti "rekomendasi tetes mata untuk mata lelah" terus merangkak naik. Fenomena ini bukan tanpa sebab, melainkan imbas nyata dari tingginya durasi menatap layar gadget (screen time) setiap hari, baik untuk urusan pekerjaan di depan laptop maupun hiburan lewat smartphone di ruangan ber-AC.
Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome). Saat seseorang terlalu fokus menatap layar, frekuensi berkedip tanpa disadari akan menurun drastis. Akibatnya, lapisan air mata sebagai pelindung alami menjadi lebih cepat menguap dan memicu iritasi.
Cegah Mata Lelah dengan Rumus Praktis 20-20-20
Untuk mengantisipasi kerusakan kelenjar air mata yang lebih parah, edukasi kesehatan preventif sangat penting diterapkan sejak dini, khususnya bagi para pekerja kantoran atau pencinta gadget. Salah satu metode paling efektif dan diakui secara internasional adalah menerapkan rumus "20-20-20" secara disiplin:
-
20 Menit Menatap Layar: Berikan batasan waktu pada mata Anda. Setelah bekerja atau menatap layar gawai selama 20 menit penuh, hentikan aktivitas tersebut sejenak.
-
Alihkan Pandangan Sejauh 20 Kaki: Alihkan fokus pandangan mata Anda ke objek lain yang jaraknya minimal 20 kaki (sekitar 6 meter). Sangat disarankan untuk melihat tanaman hijau atau pemandangan luar ruangan.
-
Selama 20 Detik: Tatap objek jauh tersebut selama minimal 20 detik. Durasi ini memberikan waktu yang cukup bagi otot-otot mata untuk relaksasi dan merangsang kelenjar air mata berproduksi kembali melalui kedipan yang normal.
Solusi Lanjutan dengan Artificial Tears Bebas Pengawet
Jika aktivitas pekerjaan menuntut Anda untuk tetap berada di depan layar dalam waktu lama dan ruangan ber-AC, penggunaan alat bantu cairan sangat direkomendasikan. Kelembapan udara yang rendah di ruang ber-AC mempercepat penguapan air mata, sehingga mata menjadi lebih cepat kering.
Baca Juga: Mata Kedutan Bukan Hal Remeh, Ternyata Gejala Tubuh Sedang Stres Berat
Sebagai langkah penanganan pertama, Anda bisa menggunakan obat tetes mata air mata buatan (artificial tears). Namun, pastikan memilih produk yang berlabel bebas pengawet (preservative-free), biasanya dikemas dalam bentuk wadah kecil sekali pakai (mini dose). Cairan jenis ini jauh lebih aman untuk penggunaan jangka panjang karena tidak memicu reaksi alergi atau iritasi tambahan pada permukaan kornea mata yang sensitif.(*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani