Jawa Pos Radar Madiun - Di pekarangan rumah warga, pohon belimbing wuluh sering kali dibiarkan tumbuh subur begitu saja. Buahnya yang berasa sangat masam ini biasanya hanya dimanfaatkan emak-emak sebagai bumbu dapur untuk penyedap sayur asem atau sambal. Padahal, di balik rasa kecutnya yang pekat, belimbing wuluh menyimpan potensi medis luar biasa sebagai ramuan herbal untuk menjinakkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.
Baca Juga: BYD Racco Ramaikan Segmen Kei Car Jepang, Tawarkan Kabin Modern Seharga Rp 268 Jutaan
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dikenal sebagai silent killer karena bisa memicu stroke dan serangan jantung mendadak. Menghadapi ancaman ini, pendekatan jurnalisme solusi melalui pemanfaatan bahan alami pekarangan bisa menjadi alternatif terapi komplementer yang murah dan berkhasiat.
Mekanisme Kalium Melemaskan Pembuluh Darah
Secara ilmiah, kemampuan belimbing wuluh dalam menurunkan tekanan darah bersumber dari tingginya kandungan kalium (potassium) di dalam daging buahnya. Kalium memiliki peran krusial dalam menyeimbangkan kadar natrium (garam) di dalam tubuh yang menjadi biang keladi penyempitan pembuluh darah.
Saat kalium dari belimbing wuluh diserap oleh tubuh, mineral ini akan bekerja aktif melemaskan serta memperlebar dinding pembuluh darah yang tegang. Efek relaksasi pada saluran peredaran darah ini secara otomatis membuat aliran darah menjadi lebih lancar dan menurunkan beban kerja pompa jantung, sehingga tekanan darah dapat berangsur turun ke angka normal.
Cara Tepat Mengolah Ramuan Belimbing Wuluh
Agar khasiatnya optimal dan tidak merusak kandungan nutrisi di dalamnya, proses pembuatan ramuan herbal ini harus mengikuti takaran yang aman dan higienis. Berikut panduan praktisnya:
-
Siapkan Bahan: Ambil 3 hingga 4 buah belimbing wuluh yang segar dan matang pohon, lalu cuci bersih di bawah air mengalir.
-
Proses Perebusan: Potong buah menjadi beberapa bagian agar sarinya mudah keluar. Rebus potongan tersebut dengan dua gelas air bersih (sekitar 400 ml) menggunakan panci berbahan kaca atau tanah liat, hindari panci aluminium untuk mencegah reaksi kimia asam.
-
Takaran Konsumsi: Biarkan air mendidih hingga menyusut menjadi separuhnya (satu gelas). Saring air rebusan tersebut dan biarkan hangat sebelum diminum.
Catatan Medis Penting untuk Penderita Maag
Meski ampuh menurunkan tensi, sifat buah belimbing wuluh ini sangat asam dengan kadar pH yang cukup rendah. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian ekstra bagi penderita gangguan lambung seperti maag atau GERD.
Baca Juga: Haul Bikin Musik Death Metal Terasa Mencekik di Lagu Sabda Malaprosa
Catatan medis penting yang wajib diperhatikan adalah penderita maag sangat dilarang meminum ramuan ini dalam kondisi perut kosong. Konsumsilah air rebusan belimbing wuluh minimal 30 menit setelah makan besar. Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya peningkatan asam lambung yang bisa memicu nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Jika gejala hipertensi atau perih lambung terus berlanjut, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.(*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani