Jawa Pos Radar Madiun - Di warung makan padang maupun meja makan keluarga, daun singkong rebus hampir tidak pernah absen mendampingi menu utama. Keberadaannya yang akrab di lidah masyarakat sering kali membuat sayuran hijau ini dianggap sebagai menu pendamping biasa. Padahal, jika dibedah dari sisi kandungan gizinya, daun singkong menyimpan khasiat medis yang luar biasa, khususnya dalam membantu memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia.
Baca Juga: Polres Magetan Gembleng 100 Pelajar di Pesantren Jati Diri Bangsa Kediri
Bagi masyarakat yang sering mengeluhkan gejala 5L (lemah, letih, lesu, lunglai, dan lalai) akibat kekurangan darah, daun singkong bisa menjadi solusi pangan murah dan mudah didapat. Hal ini dikarenakan daun singkong memiliki kadar zat besi nabati (non-heme) yang tergolong tinggi di kelasnya.
Strategi Maksimalkan Penyerapan Zat Besi Nabati
Perlu dipahami bahwa zat besi dari sumber nabati (non-heme) secara alami memang lebih sulit diserap oleh dinding usus manusia jika dibandingkan dengan zat besi hewani (heme) dari daging merah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi taktis mengenai kombinasi makanan agar penyerapan zat besi dari daun singkong berjalan maksimal di dalam tubuh.
-
Sinergikan dengan Vitamin C: Cara terbaik untuk mengikat zat besi nabati adalah dengan mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang kaya vitamin C. Anda bisa memadukan daun singkong rebus dengan sambal tomat segar, sambal murni dengan kucuran jeruk nipis, atau menutup sesi makan dengan segelas air jeruk hangat. Vitamin C akan mengubah zat besi menjadi bentuk yang lebih mudah larut dan diserap tubuh.
-
Hindari Minum Teh Setelah Makan: Ini merupakan kesalahan umum yang sering terjadi di masyarakat. Hindari kebiasaan meminum teh hangat atau es teh sesaat setelah menyantap daun singkong. Teh mengandung zat tanin yang tinggi, di mana zat ini bersifat mengikat zat besi di dalam saluran pencernaan dan membuangnya keluar sebelum sempat diserap oleh tubuh. Berikan jeda minimal 1 hingga 2 jam jika ingin meminum teh.
Tips Mengolah Agar Nutrisi Tidak Ambyar saat Direbus
Tantangan terbesar dalam mengolah daun singkong adalah teksturnya yang cenderung keras, sehingga banyak orang merebusnya dalam waktu yang sangat lama agar empuk. Sayangnya, merebus terlalu lama hingga air berwarna hijau pekat justru akan melarutkan dan merusak kandungan vitamin B kompleks, vitamin C, serta beberapa mineral esensial di dalamnya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Air Purifier Murah Tahan Lama, Bikin Udara Rumah Lebih Bersih dan Hemat Listrik
Untuk menyiasatinya, didihkan air terlebih dahulu bersama sedikit garam dan sejumput soda kue (jika ingin mempertahankan warna hijau segarnya). Setelah air benar-benar mendidih, masukkan daun singkong yang sudah dicuci bersih. Rebus dengan kondisi panci terbuka selama maksimal 5 hingga 7 menit saja. Cara ini efektif melembutkan serat daun singkong dengan cepat tanpa harus membuang kandungan gizi pentingnya akibat proses pemanasan yang berlebih.(*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani