Jawa Pos Radar Madiun - Banyak perokok yang beralih ke rokok elektrik (vape) dengan dalih ingin belajar berhenti merokok, atau sekadar agar bisa tetap "ngebul" tanpa abu di dalam ruangan.
Namun, alih-alih berhenti, mayoritas justru terjebak menjadi pengguna ganda (dual user).
Mereka mengisap vape saat di dalam ruangan dan kembali ke rokok konvensional ketika berada di luar.
Hati-hati, kebiasaan mengonsumsi keduanya secara bersamaan ternyata membawa ancaman mematikan yang jauh lebih besar bagi tubuh.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Sugiri Sancoko Cs, KPK Panggil Kadinkes dan 12 Saksi untuk Ungkap TPPU
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Oncology Research and Therapy mengungkap fakta mengejutkan.
Orang yang merokok sekaligus menggunakan vape memiliki kemungkinan empat kali lebih besar terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang hanya mengisap rokok konvensional.
"Pasien yang merokok dan menggunakan rokok elektrik benar-benar perlu berupaya untuk berhenti dari keduanya.
Kombinasi ini meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang saya perkirakan," tegas Dr. Ryan Gentzler, ahli onkologi dari University of Virginia Comprehensive Cancer Center.
Selama ini, beredar mitos yang menganggap vape jauh lebih aman karena uapnya dinilai bebas dari bahaya asap rokok konvensional.
Faktanya, aerosol pada vape membawa partikel kecil berisi bahan kimia beracun yang memicu peradangan kronis hingga kerusakan sel pembentuk kanker.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sumbang 8 Sapi Jumbo untuk Babel Jelang Idul Adha 2026
Melansir dari riset National Institutes of Health (NIH) dan Science Daily, sedikitnya ada tiga kerusakan fatal yang terjadi pada tubuh pengguna ganda:
1. Stres Oksidatif Ekstrem
Pengguna rokok dan vape memiliki tingkat stres oksidatif yang sangat tinggi.
Artinya, jumlah radikal bebas di dalam tubuh jauh melampaui kapasitas antioksidan.
Pertahanan sel menjadi jebol sehingga tubuh lebih rawan terserang penyakit mematikan.
2. Merusak Sistem Pembuluh Darah
Paparan ganda dari rokok dan vape menekan produksi oksida nitrat, zat yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kelenturan pembuluh darah.
Selain itu, sel pembuluh darah dipaksa memproduksi lebih banyak hidrogen peroksida.
Akibatnya, pembuluh darah menjadi cepat rusak dan risiko penyakit jantung meningkat drastis.
3. Radang Saraf dan Saluran Pernapasan
Iritasi hebat pada saluran pernapasan akan memicu peradangan saraf yang menjalar dari otak hingga paru-paru.
Karena saraf ini mengatur fungsi detak jantung dan respiratori, peradangan jangka panjang akan memicu kerusakan organ yang sangat parah.
Baca Juga: BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG untuk Guru Nilai Kualitas Makanan
Mengingat bahayanya yang berlipat ganda, American Cancer Society menyarankan para pengguna ganda untuk segera berhenti.
Mulailah dengan menetapkan "Hari Berhenti Merokok", berkonsultasi dengan dokter terkait program pemulihan, dan mencari rekan sesama perokok yang ingin berhenti agar bisa saling menyemangati.
Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan paru-paru Anda. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.