Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Awas! Sering Makan Sate dan Daging Bakar Bisa Picu Kanker? Ini Fakta dan Tips Amannya

Mizan Ahsani • Kamis, 28 Mei 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi sate khas Solo. (jawapos.com)
Ilustrasi sate khas Solo. (jawapos.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Sate dan daging bakar selalu menjadi hidangan favorit banyak orang.

Namun, sering beredar kabar bahwa makanan yang diolah dengan cara dibakar bisa memicu penyakit kanker. Benarkah demikian?

Faktanya, risiko kanker tidak murni berasal dari jenis dagingnya. Bahaya justru muncul dari proses memasaknya.

Membakar daging dengan suhu tinggi atau menggunakan arang bisa memunculkan zat karsinogenik.

Zat inilah yang berisiko memicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Ada dua senyawa berbahaya yang terbentuk saat kita memanggang daging, yaitu HCAs dan PAHs.

Senyawa HCAs muncul ketika protein dan gula dalam daging bereaksi langsung dengan suhu panas yang sangat tinggi.

Baca Juga: Awas Bahaya Ganda! Mengisap Rokok dan Vape Bersamaan Tingkatkan Risiko Kanker Paru 4 Kali Lipat

Sementara itu, senyawa PAHs terbentuk saat lemak dan cairan daging menetes ke bara api.

Tetesan lemak tersebut menghasilkan asap beracun yang terbang dan menempel kembali pada permukaan daging sate atau steak yang kita bakar.

Selain itu, daging merah juga mengandung zat besi heme.

Jika dikonsumsi terlalu sering bersama zat karsinogenik hasil bakaran, risiko terkena tumor usus besar atau kanker kolorektal akan menjadi jauh lebih tinggi.

Meski ada risiko, bukan berarti kita dilarang makan sate atau daging bakar sama sekali.

Tubuh kita tetap butuh daging merah sebagai sumber protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12. 

American Institute for Cancer Research (AICR) memberi batas aman konsumsi daging merah maksimal tiga porsi dalam sepekan, atau setara dengan 350 sampai 500 gram daging matang.

Baca Juga: Stres Bikin Asam Lambung Kambuh? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Agar tetap bisa makan daging bakar dengan aman, ada beberapa tips mudah yang bisa diterapkan:

  1. Pilih Daging Tanpa Lemak
    Semakin sedikit lemak, semakin sedikit cairan yang menetes ke api. Asap beracun (PAHs) pun bisa ditekan secara drastis. Buang bagian daging yang gosong atau hangus.

  2. Lakukan Marinasi
    Merendam daging dengan bumbu sebelum dibakar terbukti sangat efektif menurunkan pembentukan senyawa HCAs.

  3. Masak Setengah Matang Dulu
    Rebus atau panaskan daging di microwave sebentar sebelum ditaruh di atas panggangan. Ini membuat waktu pembakaran di atas api menjadi jauh lebih singkat.

  4. Perbanyak Sayur
    Sayuran dan buah yang dibakar sama sekali tidak menghasilkan HCAs. Potong daging kecil-kecil dan perbanyak tusukan sayur.

Dengan cara mengolah yang benar dan porsi makan yang tidak berlebihan, sate dan daging bakar tetap aman untuk dinikmati. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#daging bakar #kanker kolorektal #karsinogenik #sate