Jawa Pos Radar Madiun - Air adalah sumber daya alam paling esensial bagi makhluk hidup setelah oksigen.
Sebagai gambaran, sekitar 95 persen otak manusia tersusun atas air.
Begitu pula dengan darah yang mengandung 82 persen air, jantung 75 persen, dan ginjal 83 persen.
Manusia mungkin bisa bertahan hidup beberapa waktu tanpa makanan, namun mustahil bisa bertahan tanpa asupan air.
Meski sangat vital, banyak orang yang masih menyepelekan kecukupan cairan tubuh.
Padahal, kurang minum bisa memicu dehidrasi. Kehilangan cairan sekecil 1 hingga 2 persen dari berat badan saja sudah cukup untuk mengacaukan fungsi kognitif dan menurunkan fokus.
Pada tingkat yang lebih parah, dehidrasi dapat menyebabkan pingsan, koma, bahkan kematian.
Baca Juga: Sering Dikira Sama, Intip Perbandingan Kandungan Kafein Matcha vs Kopi
Berapa Takaran Idealnya?
Kebutuhan cairan setiap individu sangat bervariasi, dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, hingga suhu lingkungan.
Secara umum, standar yang paling disarankan bagi orang dewasa adalah mengonsumsi 8 gelas atau setara dengan 2 liter air putih per hari.
Selain itu, Kementerian Kesehatan RI melalui Permenkes Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) juga memberikan rekomendasi takaran harian untuk anak-anak:
Anak usia 7–9 tahun: 1.900 ml per hari.
Anak usia 10–12 tahun: 1.800 ml per hari.
Sebagai catatan tambahan, tubuh juga mendapatkan sekitar 20 persen asupan cairan dari makanan, terutama sayuran dan buah-buahan yang kaya air seperti bayam dan semangka.
Baca Juga: Kopi: Obat Ampuh atau Pemicu Sakit Kepala? Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya
Segudang Manfaat Air Putih
Jika takaran harian tersebut terpenuhi secara konsisten, ada banyak keajaiban yang akan dirasakan oleh tubuh. Berikut adalah manfaat utama rutin minum air putih:
Melancarkan Peredaran Darah
Kekurangan air membuat darah mengental, sehingga jantung harus bekerja ekstra keras.
Air yang cukup memastikan darah mengalir lancar mendistribusikan nutrisi dan oksigen ke seluruh sel tubuh.
Menjaga Sistem Pencernaan
Air putih membantu organ usus besar bekerja optimal, melancarkan proses buang air besar, dan mencegah konstipasi (sembelit).
Penawar Racun Alami
Mengonsumsi air putih secara teratur berfungsi membilas sisa-sisa makanan dan membuang racun (detoksifikasi) yang menempel di organ pencernaan dan ginjal.
Meningkatkan Metabolisme
Cairan mendorong reaksi kimia metabolisme untuk mengubah makanan menjadi energi secara maksimal.
Tanpa air, pembakaran kalori tidak akan berjalan sempurna.
Melindungi Jantung dan Mencegah Stroke
Sirkulasi darah yang stabil dan lancar berkat kecukupan air sangat krusial dalam menekan risiko serangan jantung koroner maupun stroke.
Menyehatkan Kulit
Struktur dan elastisitas kulit sangat bergantung pada hidrasi tubuh.
Air yang cukup akan membuat kulit terasa lembap, halus, dan tidak kusam.
Baca Juga: Cuaca Makin Terik Membakar Kulit? Ini Penjelasan BMKG dan Bahaya Tersembunyi Global Warming
Jangan menunggu tenggorokan terasa kering untuk mulai minum.
Rasa haus sebenarnya adalah sinyal alarm bahwa tubuhmu sudah mulai mengalami dehidrasi ringan.
Biasakan untuk selalu menyediakan air putih ke mana pun kamu pergi. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.