Jawa Pos Radar Madiun - Bawang merah (Allium cepa) mentah kerap menjadi lalapan atau pelengkap hidangan favorit masyarakat Indonesia. Selain menambah cita rasa masakan seperti sate atau acar, umbi lapis yang konon berasal dari kawasan Asia Tengah ini ternyata menyimpan segudang khasiat medis.
Meski demikian, konsumsi bawang merah mentah tidak boleh dilakukan sembarangan karena memiliki sejumlah efek samping. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai manfaat dan risiko mengonsumsi bawang merah mentah yang dihimpun dari berbagai sumber literatur kesehatan.
7 Manfaat Bawang Merah Mentah
1. Menurunkan Kadar Gula Darah Bawang merah mentah berfungsi sebagai antidiabetes alami (tolbutamid). Senyawa di dalamnya merangsang sintesis insulin, sehingga efektif menekan dan menstabilkan kadar gula darah. Hal ini menjadikannya sangat baik untuk dikonsumsi oleh pengidap diabetes.
2. Meningkatkan Kesehatan Tulang Kandungan kalsium, zat besi, dan fosfor dalam bawang merah mampu meningkatkan kepadatan tulang dan gigi, serta meminimalisasi risiko osteoporosis jika dikonsumsi secara rutin dengan porsi yang cukup.
3. Menekan Risiko Penyakit Jantung Kandungan kuersetin pada bawang merah mentah mampu mencegah peradangan kronis yang memicu pengentalan darah di arteri. Selain itu, konsumsinya secara teratur dapat mengusir kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
4. Mencegah Infeksi Kaya akan protein dan antioksidan, bawang merah mentah dapat diandalkan untuk meningkatkan sistem metabolisme tubuh sekaligus melawan infeksi ringan, seperti flu, demam, dan sakit kepala.
5. Kaya Nutrisi Setiap 100 gram bawang merah mengandung gizi padat yang esensial bagi tubuh, di antaranya 88 gram air, 10,2 gram karbohidrat, 36 mg kalsium, 40 mg fosfor, hingga vitamin C (15 mg) dan vitamin B1 (0,03 mg).
6. Menjaga Kesehatan Rambut Sebagai sumber sulfur alami, bawang merah yang dihaluskan dapat dioleskan ke kulit kepala. Tujuannya untuk merangsang produksi kolagen, mendorong pertumbuhan rambut, dan mengobati infeksi jamur di kulit kepala.
7. Ramah Pencernaan Meski ukurannya lebih kecil dibanding kerabatnya seperti bawang putih atau bombai, bawang merah adalah jenis yang paling mudah dicerna oleh lambung. Ini berkat kandungan senyawa phenolic yang enam kali lebih tinggi dibanding jenis bawang lainnya.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Di balik segudang manfaatnya, konsumsi bawang merah mentah juga berisiko menimbulkan keluhan bagi sebagian orang, antara lain:
-
Aroma Mulut Tidak Sedap: Bau pekat khas bawang akan menempel di rongga mulut, lidah, dan gigi. Efek ini dapat dinetralisasi dengan meminum teh pahit setelah makan.
-
Gangguan Lambung: Dalam pengobatan tradisional, bawang merah mentah bersifat meningkatkan "suhu" tubuh dan lambung. Mengonsumsinya saat asam lambung sedang tidak stabil atau suhu lambung meningkat dapat memicu iritasi dan gangguan pencernaan.
-
Memicu Pusing (Hipotensi): Mengonsumsi bawang merah mentah berpotensi menurunkan tekanan darah secara drastis. Bagi individu yang mengidap anemia atau riwayat tekanan darah rendah, konsumsi berlebih justru akan memicu efek samping berupa sakit kepala atau pusing.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani