Jawa Pos Radar Madiun - Di era digital, perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, dan komputer sangat sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, durasi menatap layar yang terlalu lama membawa ancaman serius bernama Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom mata lelah.
Gejalanya sangat beragam, mulai dari mata perih, gatal, kering, penglihatan buram, hingga menjalar menjadi nyeri kepala dan leher tegang.
Baca Juga: Dapat Banyak Daging Kurban Idul Adha? Awas Bahaya Makan Berlebihan, Ini Tips Amannya
Agar kesehatan penglihatan tidak terus menurun, ada beberapa langkah efektif yang wajib diterapkan:
-
Terapkan Aturan 20-20-20 dan Jaga Jarak Aman
Istirahatkan mata setiap 20 menit dengan menatap objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Patuhi juga rasio jarak aman 1-2-10, yakni 30 cm untuk smartphone, 60 cm untuk layar komputer, dan 3 meter untuk layar televisi. -
Atur Pencahayaan dan Pakai Filter
Hindari membaca atau bermain gadget di tempat gelap.
Sesuaikan tingkat kecerahan layar agar tidak silau, aktifkan dark mode atau night shift, dan gunakan kacamata dengan lensa pelindung sinar biru (blue light filter) jika harus bekerja lebih dari empat jam di depan layar.
Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Merah Mentah bagi Kesehatan dan Efek Sampingnya -
Sering Berkedip dan Tidur Berkualitas
Saat fokus pada layar, intensitas berkedip kita menurun drastis sehingga mata menjadi kering.
Ingatlah untuk selalu berkedip agar mata tetap lembap. Pastikan juga jam tidur malam tercukupi agar otot mata bisa memulihkan diri. -
Perhatikan Kebersihan Mata
Bagi pengguna riasan, selalu bersihkan sisa makeup mata agar tidak memicu iritasi.
Selain itu, hindari memakai lensa kontak terlalu lama, pastikan kebersihannya terjaga, dan wajib dilepas sebelum tidur.
Baca Juga: Jangan Tunggu Haus! Ini Takaran Ideal Minum Air Putih dan Segudang Manfaatnya bagi Kesehatan -
Penuhi Asupan Gizi dan Jauhi Rokok
Mata juga butuh makanan bergizi. Perbanyak konsumsi sumber vitamin A, C, E, lutein, dan zat besi seperti wortel, bayam, brokoli, ikan salmon, dan telur.
Sebaliknya, jauhi rokok dan alkohol karena bisa memicu dehidrasi ringan, katarak, hingga degenerasi makula. -
Jaga Berat Badan dan Cek Dokter Rutin
Obesitas dan diabetes berisiko tinggi memicu kebutaan. Jaga berat badan tetap ideal dan sempatkan untuk memeriksakan mata ke dokter minimal enam bulan sekali.
Jika mata terasa sangat kering saat bekerja, gunakan obat tetes mata sesuai dengan anjuran dokter.
Baca Juga: Awas! Sering Makan Sate dan Daging Bakar Bisa Picu Kanker? Ini Fakta dan Tips Amannya
Penggunaan perangkat digital memang sudah menjadi tuntutan gaya hidup, namun kesehatan mata tetap harus menjadi prioritas utama. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.