Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tidur Sudah 8 Jam tapi Tetap Mengantuk? Waspadai 7 Faktor Tak Terduga Ini

Mizan Ahsani • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:21 WIB
Visualisasi Mengantuk Saat Jam Produktif
Visualisasi Mengantuk Saat Jam Produktif

Jawa Pos Radar Madiun - Tidur selama 7 hingga 8 jam semalam adalah anjuran standar bagi orang dewasa.

Logikanya, jika durasi tersebut terpenuhi, tubuh akan terbangun dengan segar.

Namun, realitanya banyak orang yang tetap merasa lelah dan sering menguap di siang hari, meskipun sudah tidur cukup.

Kondisi "sering mengantuk padahal sudah tidur cukup" tidak boleh diremehkan.

Rasa kantuk berlebihan pada siang hari (hipersomnia) bisa merusak fokus, menurunkan produktivitas, hingga membahayakan keselamatan saat berkendara.

Lantas, apa penyebab di baliknya? Berikut adalah 7 faktor utama yang sering tidak disadari:

Baca Juga: Sering Bentol Kemerahan Saat Cuaca Sejuk? Waspadai Alergi Dingin, Ini Penjelasan Medisnya

1. Durasi Cukup, Namun Kualitas Buruk

Durasi tidur tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas tidur.

Tidur selama 8 jam tidak akan memulihkan tubuh jika Anda sering terbangun di tengah malam (misalnya karena suara bising, suhu ruangan panas, atau sering ke toilet).

Kualitas tidur yang terpotong-potong ini membuat tubuh kehilangan fase tidur nyenyak (deep sleep) yang esensial untuk pemulihan energi.

2. Gangguan Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan medis serius di mana napas terhenti sementara (akibat penyumbatan saluran napas) saat penderita sedang tertidur lelap.

Otak akan merespons berhentinya pasokan oksigen dengan "membangunkan" Anda sejenak secara tidak sadar agar Anda bisa kembali bernapas.

Kondisi yang berulang puluhan kali semalaman ini sangat menguras tenaga, membuat Anda bangun dengan rasa lelah luar biasa.

Baca Juga: Sinergi Sempurna Kafein dan Nikotin: Sensasi Nikmat yang Mengancam Nyawa

3. Jam Biologis yang Kacau

Ritme sirkadian (jam biologis) mengatur kapan tubuh harus aktif dan kapan harus istirahat.

Jika Anda sering berganti jadwal kerja (seperti kerja shift malam) atau terpapar cahaya gadget sebelum tidur, produksi hormon melatonin (hormon tidur) akan terhambat.

Tubuh pun menjadi bingung menentukan ritmenya, sehingga Anda justru merasa mengantuk di jam-jam produktif.

4. Tubuh Kurang Bergerak

Jarang berolahraga atau terlalu lama duduk di depan komputer membuat sirkulasi darah tidak lancar.

Akibatnya, pasokan oksigen ke otak menjadi lambat sehingga memicu rasa lelah, lesu, dan mudah mengantuk di siang hari.

Baca Juga: Efek Minum Kopi Bikin Sering Bolak-Balik Toilet? Begini Penjelasan Medisnya!

5. Efek Samping Obat-Obatan

Jika Anda sedang menjalani pengobatan, cek kembali obat yang dikonsumsi.

Obat-obatan tertentu, seperti antihistamin (obat alergi), antidepresan, atau penurun tekanan darah, memiliki efek samping sedatif kuat yang menyebabkan kantuk berat di keesokan harinya.

6. Gejala Anemia atau Kurang Zat Besi

Anemia terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah untuk mendistribusikan oksigen secara optimal.

Otak yang tidak mendapat cukup asupan oksigen akan merespons dengan memicu rasa lemas, pusing, dan kantuk.

Hal ini sangat sering dialami oleh wanita yang sedang dalam masa menstruasi berat.

Baca Juga: Tugas Kelar tapi Mata Susah Merem? Ini Cara Cepat Netralisir Efek Kopi Usai Begadang

7. Masalah Emosi dan Stres

Beban pikiran, kecemasan (stres), atau depresi membuat otak tidak bisa benar-benar beristirahat di malam hari.

Hati dan pikiran yang kacau secara diam-diam menyita energi cadangan tubuh, sehingga Anda merasa terkuras saat bangun tidur.

Baca Juga: Ini Cara Menjaga Kesehatan Matamu di Era yang Serba Digital

Cara Jitu Mengatasinya

Untuk mengatasi masalah ini, perbaiki gaya hidup Anda secara bertahap. Cobalah untuk tidur dan bangun pada jam yang konsisten setiap hari.

Jauhkan layar ponsel minimal satu jam sebelum tidur agar otak bisa rileks.

Kurangi konsumsi kopi dan hindari alkohol yang justru membuat Anda sering terbangun di malam hari.

Jangan lupa luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki guna melancarkan peredaran darah.

Jika rasa kantuk terus membandel meski pola hidup sudah diperbaiki, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis gangguan tidur. (*) 

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura.

Editor : Mizan Ahsani
#jam tidur rusak #anemia #sleep apnea #stress #gangguan tidur