Jawa Pos Radar Madiun - Mandi dan keramas dengan air panas setelah seharian beraktivitas memang terasa sangat nikmat.
Efek relaksasinya ampuh mengusir stres dan melepas ketegangan otot-otot di kepala.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan rambut Anda.
Kebiasaan mencuci rambut dengan air bersuhu tinggi secara terus-menerus ternyata menjadi pemicu utama kerusakan mahkota kepala.
Alih-alih bersih, rambut justru berisiko tinggi menjadi rusak, kering, dan rapuh.
Baca Juga: Keramas saat Haid Bisa Sebabkan Miom? Jangan Keliru, Begini Penjelasan Medisnya
Mengikis Minyak Alami dan Merusak Kutikula
Secara medis, permukaan kulit kepala menghasilkan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung dan penjamin kelembapan setiap helai rambut.
Ketika Anda membasuh kepala dengan air panas, suhu tinggi tersebut akan melarutkan dan mengikis habis minyak alami ini.
Akibatnya, kulit kepala kehilangan keseimbangan kelembapannya. Tanpa adanya minyak pelindung, rambut akan langsung berubah menjadi sangat kering, kasar, dan tampak kusam.
Selain menguras kelembapan, air panas juga memaksa kutikula (lapisan luar pelindung rambut) terbuka secara berlebihan. Kutikula yang terbuka lebar ini membuat struktur helai rambut menjadi sangat rapuh dan kehilangan kekuatan jangka panjangnya.
Ketika Anda menyisir rambut setelah keramas air panas, rambut akan jauh lebih mudah patah, bercabang, hingga memicu kerontokan yang parah.
Baca Juga: Cara Memanjangkan Rambut dengan Cepat dan Sehat, Salah Satunya Jangan Terlalu Sering Keramas
Iritasi Kulit Kepala dan Penuaan Dini
Dampak buruk air panas tidak berhenti pada batang rambut saja, melainkan merembet hingga ke akar.
Kulit kepala yang terlalu kering akibat basuhan air panas sangat rentan mengalami iritasi dan kemerahan.
Kondisi kering ini menjadi ketukan awal munculnya masalah kulit kepala lain, seperti ketombe parah hingga dermatitis seborrheic.
Bahkan, berbagai penelitian menyebutkan bahwa paparan suhu panas pada akar rambut secara konvensional dapat merusak folikel secara permanen.
Dampak jangka panjangnya adalah terjadinya penuaan dini pada rambut, di mana rambut menjadi tipis sebelum waktunya dan meningkatkan risiko kebotakan dini.
Baca Juga: Keramas saat Haid Picu Sakit Kepala atau Justru Menyehatkan? Ini Penjelasan Medisnya
Kembali ke Air Dingin atau Suam-Suam Kuku
Bagi Anda yang sudah terlanjur nyaman dengan kebiasaan ini, sangat disarankan untuk segera mengubahnya demi menyelamatkan kesehatan rambut.
Para ahli perawatan kulit dan rambut lebih merekomendasikan penggunaan air dingin atau setidaknya air suam-suam kuku (hangat kuku) saat keramas.
Mencuci rambut dengan air dingin memiliki fungsi yang bertolak belakang dengan air panas.
Air dingin justru membantu menutup kembali kutikula rambut, mengunci kelembapan, dan melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala.
Hasilnya, rambut akan tampak lebih berkilau alami, kuat, dan terhindar dari risiko rontok.
Jika Anda tetap ingin menggunakan air hangat untuk melarutkan kotoran atau produk styling di kepala, pastikan suhunya tidak terlalu panas.
Setelah itu, selalu akhiri bilasan dengan air dingin dan aplikasikan kondisioner atau masker rambut untuk mengembalikan kelembutan mahkota Anda. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
Editor : Mizan Ahsani